Categories: Pendidikan

Konsep Materi, Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan

Reading Time: < 1 minute

Akar, batang, dan daun tersusun atas beberapa jenis jaringan yang berbeda-beda. Dalam ilmu biologi, hal ini dipelajari pada bab struktur dan fungsi jaringan tumbuhan.

Dengan mengetahui jaringan, Anda bisa memperbanyak bibit tanaman yang bisa dilakukan dengan teknik kultur jaringan. Teknik ini tentu memanfaatkan kemampuan dari sifat tumbuhan itu sendiri, yang disebut dengan totipotensi.

Konsep materi jaringan tumbuhan

Untuk mengetahuinya lebih lanjut, berikut konsep materi jaringan tumbuhan, antara lain:

  • Jenis jaringan tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi 2 berdasarkan aktivitas pembelahan sel-sel selama masa pertumbuhan dan perkembangan, yaitu: jaringan meristem (jaringan embrional) dan jaringan permanen (jaringan dewasa).
  • Sifat jaringan meristem: sel-sel muda, aktif membelah, susunan rapat, dinding sel tipis, banyak protoplasma, nukleus besar, vakuola kecil (tidak ada).
  • Berdasarkan asal terbentuknya, jaringan meristem dikelompokkan menjadi 2 macam, yaitu: jaringan meristem primer dan meristem sekunder.
  • Berdasarkan posisinya pada tubuh tumbuhan, jaringan meristem dapat dibedakan 3 macam, yaitu: meristem apikal, meristem interkalar, dan meristem lateral.
  • Sifat jaringan permanen: sel relatif besar, tidak aktif membelah, terdapat ruang antar sel, dinding sel tebal, sedikit plasma sel, vakuola besar, terkadang selnya mati.
  • Berdasarkan fungsinya, jaringan dewasa dibedakan 4 macam, yaitu: jaringan pelindung (Epidermis), jaringan dasar (parenkim), jaringan penyokong, dan jaringan pengangkut (vaskuler).
  • Derivat epidermis, seperti stomata (mulut daun), trikomata (rambut-rambut), emergensia, spinata (duri), sel kipas, sel kersik (silika), velamen, dan litokis.
  • • Jaringan sekretoris, antara lain: saluran getah, sel-sel resin dan minyak, sel-sel lendir, sel-sel penyamak, dan sel-sel mirosin.
  • Jaringan pengangkut: xilem dan floem.
  • Organ pada tumbuhan dapat dibedakan organ vegetatif dan organ generatif. Organ vegetatif, yaitu: akar, batang, dan daun. Sedangkan organ generatif, yaitu: bunga, buah, dan biji.
  • Perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan meliputi beberapa tahap, yaitu pembuatan media, inisiasi, sterilisasi, multiplikasi, pengakaran, dan aklimatisasi.
  • Keunggulan pembibitan dengan teknik kultur: bibit yang bersifat identik dengan induknya, tidak membutuhkan tempat yang luas, kualitas dan kesehatan bibit lebih terjamin, bibit seragam, lebih cepat tumbuh, pengadaan bibit tidak
NgajiGalileo

Recent Posts

Green Energy & Tech: Transforming Our World for a Sustainable Future

Green energy is no longer a futuristic dream. It is our present reality. From solar…

1 bulan ago

Innovative Water Cleaning Technologies for a Cleaner Bathroom

Bathrooms are essential in every home. They are also where most water usage happens. Cleaning…

1 bulan ago

The Convergence of Technology and Humanities: A New Era of Interdisciplinary Advancement

Technology and humanities were once seen as separate domains. However, in recent years, their convergence…

2 bulan ago

The Digital Classroom: How Technology is Shaping Education Worldwide

Education is evolving rapidly. Technology is playing a key role. Digital tools, online learning, and…

2 bulan ago

Pure Water for All: Community-Friendly Water Filters Using Appropriate Technology

Water is essential for life. But many communities lack clean drinking water. This leads to…

2 bulan ago

Unpacking Technology: A Simple Guide for Students and Workers

In today’s world, technology touches every aspect of our daily lives. From the smartphone in…

2 bulan ago