Mengenali Potensi Menulis Peserta Didik dan Pendidik
NgajiGalileo – Sebagai seorang pendidik/guru penting mengenali potensi menulis peserta didik. Hampir setiap hari kegiatan seorang pendidik adalah menulis. Entah itu menulis soal, menulis RPP, menulis siswa yang bermasalah atau pun menulis dengan cara update status di media sosial yang dimilikinya.
Hal tersebut harus tertanam pada ruang kesadaran pada diri Anda sendiri, bahwa Anda pun bisa menulis. Karena pembelajaran menulis sejatinya sudah dilakukan sejak dini. Bahkan, tuntutan zaman sekarang untuk masuk SD harus sudah bisa membaca dan menulis.
Jadi tidak alasan, jika setiap pendidik tidak bisa menulis. Atas dasar tersebut, harusnya setiap pendidik bisa memotivasi peserta didik untuk senantiasa selalu menulis, karena pada dasarnya mereka pernah atau bisa menulis.
Namun akan berbeda maknanya tatkala menulis di sandingkan dengan kata buku, atau menulis buku. Mungkin akan terasa berat, malas melihat halaman per halaman yang akan di karang atau dibuat. Perlu energi khusus, perlu waktu, dan terasa bertele-tele. Dan juga hasilnya tidak dapat mendukung jumlah tabungan Anda di Bank.
Tentunya hal tersebut sering kita temui, dan bahkan kita alami sendiri. Sampai sekarang penulis juga tidak tahu mengapa harus menulis buku. Akan tetapi penulis tahu, bahwa kegiatan ini penting untuk memberikan simpul-simpul kreativitas. Bahkan menurut penulis, buku dapat merubah peradaban.
Mengenal Potensi Menulis, Pentingkah!
Problematika yang di hadapi seorang pendidik bukan lah hal yang sederhana. Selain bertanggungjawab terhadap peserta didik, pendidik juga harus bertanggungjawab terhadap profesinya. Yang tentunya sangat berhubungan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, terutama di dunia pendidikan.
Realitas yang terjadi, potensi-potensi yang di miliki peserta didik seringkali tenggelam bersama arus intelektual para pendidik. Misalnya, hanya mengejar jabatan, sertifikasi, rupiah tanpa memperhatikan sisi ilmu dan pengetahuan yang berada dalam setiap nafasnya yang sejatinya berada dalam dunia pendidikan.
Potensi tersebut, tentunya tidak akan kita biarkan mati dengan sendirinya. Peran para pendidik sangat penting dalam mewujudkan generasi yang cerdas, unggul, dan berakhlakul karimah.
“Kenalkan bahwa setiap orang bisa menulis. Dan menulis lah hingga potensi yang mencari penulisnya, bukan sebaliknya.“ -@fauzing04
Potensi yang di miliki seorang pendidik sebagai penulis tentunya juga dimiliki ketika pendidik tersebut juga pernah menyelesaikan tugas akhir. Yang mana tugas seperti lembaran halaman-halaman, yang berupa skripsi, tesis maupun disertasi.
Seorang pendidik tentunya memiliki pengalaman atas karya tulis. Dan, dengan pengalaman tersebut dapat menjadikan peserta didik bisa mendapatkan kesempatan dalam mencerna dalam membuat sebuah karya tulis yang baik.
Dimensi atas kesadaran tersebut seyogyanya dapat mendorong pendidik untuk mencoba menulis buku, dan mengimplimentasikan pada ruang dunia pendidikan.
Recent Posts
Ngaji Galileo #5: Banjir Dibentuk atau Terbentuk?
Banjir kerap dipahami sebagai takdir alam: hujan deras, sungai meluap, lalu bencana terjadi. Namun benarkah…
Gunung Rinjani: Milestone Etnopsikologis Suku Sasak
Gunung Rinjani bukan sekadar gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia dengan ketinggian 3.726 mdpl. Bagi…
Melipat Luka, Merenda Asa, Merajut Cita
Dalam hitungan hari 2025 segera undur diri, sirna di ujung senja. Kalender baru telah bersiap…
Pemicu Timbulnya Stress pada Orang yang Sedang Mengerjakan Skripsi
Skripsi merupakan tugas akhir yang wajib diselesaikan oleh mahasiswa sarjana sebagai syarat kelulusan. Proses penyusunan…
Mental Health: Skripsi=Stres? Ngaji Galileo #4
Di dunia akademik, skripsi sering jadi momok yang menakutkan. Ada yang resah sejak judul belum…
Bencana dan Tanggung Jawab Kader Eksakta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 22.468 kejadian bencana dalam kurun 2020 hingga 2024, didominasi…