Pengertian, Cabang-cabang, dan Contoh Ilmu Bumi
Ilmu bumi merupakan ilmu yang mempelajari tentang planet bumi beserta interaksinya dengan luar angkasa. Studi tentang ilmu bumi sering dibagi menjadi beberapa macam, termasuk di antaranya atmosfer, biosfer, hidrosfer, dan litosfer.
Atmosfer
Atmosfer adalah udara di sekitar bumi yang terdiri dari berbagai gas (kebanyakan nitrogen dan oksigen).
Atmosfer membentuk lapisan pelindung di sekitar Bumi, menjaga planet tetap hangat dan melindunginya dari radiasi Matahari. Ilmu yang mempelajari atmosfer disebut meteorologi dan termasuk cuaca.
Biosfer
Biosfer adalah wilayah bumi tempat adanya kehidupan. Ini mencakup semua bioma dan ekosistem di sekitar planet ini.
Hidrosfer
Hidrosfer adalah wilayah bumi yang tertutup oleh air termasuk lautan, gletser, danau, dan sungai.
Sekitar 75% permukaan bumi tertutup oleh lautan. Ilmu yang mempelajari tentang lautan disebut oseanografi.
Litosfer
Litosfer adalah lapisan luar bumi. Ini termasuk kerak bumi dan bagian dari mantel.
Litosfer terpecah menjadi beberapa bagian raksasa yang disebut lempeng tektonik. Ahli geologi mempelajari litosfer termasuk batuan, mineral, dan sejarah Bumi.
Cabang-Cabang Ilmu Bumi
Sedangkan untuk cabang-cabang ilmu bumi dibagi menjadi 4, yaitu Geologi
Meteorologi, Oseanografi, dan Astronomi.
Contoh geologi misalnya, yaitu salah satunya adalah stratigrafi. Ilmu ini mempelajari mengenai sejarah, komposisi dan umur relatif serta distribusi perlapisan batuan dan interpretasi lapisan-lapisan batuan untuk menjelaskan sejarah bumi.
Kata “strati“ ini berasal dari kata “stratos“, yang artinya perlapisan. Sedangkan “grafi” berasal dari kata “graphic/graphos”, yang artinya gambar atau lukisan. Stratigrafi ini dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang aturan, hubungan, dan pembentukan (genesa).
Meteorologi mempelajari bagaimana proses yang terjadi di atmosfer dapat berpengaruh terhadap cuaca maupun iklim. Sedangkan oseanografi mempelajari lautan atau samudera yang ada di bumi, menyangkut komposisi, pergerakan, organisme, serta proses-proses di dalamnya.
Kemudian, sstronomi merupakan ilmu tentang alam semesta ataupun tata surya. Contohnya, bulan yang dapat menggerakkan sistem pasang surut laut, energi dari matahari sangat berpengaruh terhadap cuaca dan iklim, dan lain-lain. (Arthur)
Recent Posts
Bencana, Buah Narasi Kekuasaan dengan Citra Media
Bencana seringkali hadir dalam percakapan harian kita sebagai ‘tamu tak diundang’ yang menyebalkan, atau barangkali…
Ngaji Galileo #5: Banjir Dibentuk atau Terbentuk?
Banjir kerap dipahami sebagai takdir alam: hujan deras, sungai meluap, lalu bencana terjadi. Namun benarkah…
Gunung Rinjani: Milestone Etnopsikologis Suku Sasak
Gunung Rinjani bukan sekadar gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia dengan ketinggian 3.726 mdpl. Bagi…
Melipat Luka, Merenda Asa, Merajut Cita
Dalam hitungan hari 2025 segera undur diri, sirna di ujung senja. Kalender baru telah bersiap…
Pemicu Timbulnya Stress pada Orang yang Sedang Mengerjakan Skripsi
Skripsi merupakan tugas akhir yang wajib diselesaikan oleh mahasiswa sarjana sebagai syarat kelulusan. Proses penyusunan…
Mental Health: Skripsi=Stres? Ngaji Galileo #4
Di dunia akademik, skripsi sering jadi momok yang menakutkan. Ada yang resah sejak judul belum…