Jatuhkan Telur Tanpa Menyentuh, Bisakah!
Pandemi membuat kebosanan semakin memuncak. Tapi tenang, Ngaji Galileo akan memberikan khasanah baru tentang dunia eksperimen yang menyenangkan dan bernutrisi untuk otak. Salah satunya, bermain dengan telur di rumah.
Hampir semua perlengkapan ada di dapur, mungkin hanya beberapa saja yang bisa diambilkan dari barang bekas seperti kertas. Jika tidak ada, Anda bisa membelinya. Harganya murah kok!
Tidak berlama-lama, simak percobaan dibawah ini dan lakukan di rumah. Dijamin menyenangkan dan bisa memacu adrenalin.
Eksperimen Telur
Untuk dapat melakukannya, Anda bisa mengkuti langkah-langkah berikut ini :
Alat dan bahan
- 1 gelas plastik berisi air dengan mulut cukup lebar untuk menampung telur
- 1 karton atau baki kecil dengan bagian bawah yang halus
- 1 tabung karton (handuk kertas atau tabung kertas toilet bekerja dengan baik)
- 1 Telur mentah
Langkah kerja
- Tempatkan nampan di tengah cangkir
- Tempatkan tabung di ujungnya di tengah baki
- Tempatkan telur secara horizontal di atas tabung
- Jika sudah siap, pukul nampan cukup keras dengan telapak tangan untuk membuat nampan beterbangan, tetapi jangan terlalu keras sampai Anda menabrak gelas air. Jika semua berjalan lancar, baki dan tabung kertas akan terbang, tetapi telur akan jatuh dengan aman ke dalam air.
Alasan mengapa telur tidak jatuh
Inersia menjelaskan suatu benda dalam istilah berapa banyak energi yang dibutuhkan untuk memindahkannya atau menghentikannya agar tidak bergerak.
Karena baki dan tabung bermassa sangat rendah (ringan,) mereka memiliki inersia yang sangat kecil, dan akan dengan mudah menyimpang.
Telur, bagaimana pun, lebih berat (memiliki lebih banyak inersia) sehingga tidak mudah dipindahkan, meninggalkannya di tempat untuk gravitasi untuk membawanya ke dalam cangkir. (Mecca)
Recent Posts
Bencana, Buah Narasi Kekuasaan dengan Citra Media
Bencana seringkali hadir dalam percakapan harian kita sebagai ‘tamu tak diundang’ yang menyebalkan, atau barangkali…
Ngaji Galileo #5: Banjir Dibentuk atau Terbentuk?
Banjir kerap dipahami sebagai takdir alam: hujan deras, sungai meluap, lalu bencana terjadi. Namun benarkah…
Gunung Rinjani: Milestone Etnopsikologis Suku Sasak
Gunung Rinjani bukan sekadar gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia dengan ketinggian 3.726 mdpl. Bagi…
Melipat Luka, Merenda Asa, Merajut Cita
Dalam hitungan hari 2025 segera undur diri, sirna di ujung senja. Kalender baru telah bersiap…
Pemicu Timbulnya Stress pada Orang yang Sedang Mengerjakan Skripsi
Skripsi merupakan tugas akhir yang wajib diselesaikan oleh mahasiswa sarjana sebagai syarat kelulusan. Proses penyusunan…
Mental Health: Skripsi=Stres? Ngaji Galileo #4
Di dunia akademik, skripsi sering jadi momok yang menakutkan. Ada yang resah sejak judul belum…