Ngaji Galileo #5: Banjir Dibentuk atau Terbentuk?
Banjir kerap dipahami sebagai takdir alam: hujan deras, sungai meluap, lalu bencana terjadi. Namun benarkah sesederhana itu? Akhir 2025, rangkaian banjir di berbagai wilayah Indonesia—khususnya Sumatera—membuka pertanyaan yang lebih dalam: apakah banjir benar-benar terbentuk secara alamiah, atau justru dibentuk oleh kebijakan dan kelola yang nir-ekologis?
Deforestasi, pertambangan, pembangunan tanpa kajian lingkungan, hingga kebijakan publik yang timpang memperlihatkan bahwa bencana tidak berdiri di ruang hampa. Ia lahir dari relasi kuasa, kepentingan ekonomi jangka pendek, serta lemahnya political will dalam menjaga keberlanjutan ekosistem. Media sosial pun turut membingkai peristiwa ini—membentuk opini, emosi, dan kesadaran publik dengan caranya sendiri.
Melalui Ngaji Galileo ini kita akan mengurai banjir tidak hanya sebagai peristiwa alam, tetapi sebagai persoalan ekologis, sosial, dan politis.
Kami mengundang ibu, bapak, sahabat, dan semuanya.
Link Pendaftaran:
https://forms.gle/8izYGdRd9RhJwqPk7
Dibuka untuk umum.
Recent Posts
Konsep Pembangunan Berwawasan Lingkungan dan Berkelanjutan
Ah Mubin Masduqi, S.Si. M.Ling Pembangunan ekonomi yang pesat sering kali memberikan tekanan signifikan terhadap…
Bencana yang Bisa Diperkecil: Membaca Resiko dari Data, Kapasitas Negara, dan Pengetahuan Masyarakat
Oleh: M. Izzuddin Bencana sering kali diperlakukan sebagai sesuatu yang datang tiba-tiba. Ketika banjir datang,…
Muktamar Para Santri
Hadi Prayitno - Kader PMII Rayon Galileo (2000) Saya baru dua kali menghadiri Muktamar NU:…
Muktamar dan Nasi Empok
Oleh Mustakim – Pengurus IKAPMII Galileo Muktamar, forum tertinggi Pemgurus Besar Nahdlatul Ulama' (PBNU). Konsolidasi…
PMII Galileo: Menapak Jejak, Menyemai Mimpi
Oleh Hadi Prayitno – Kader PMII Rayon Galileo (2000) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon…
Wiwin Maisyaroh: Jejak Ketum IKAPMII GALILEO
Dr. Wiwin Maisyaroh, M.Si. adalah seorang biologi konservasi yang menulis buku Pemanfaatan Tumbuhan Liar dalam…