SAJAK ‘KATANYA’

Reading Time: < 1 minute

Katanya cinta sholawat
Tapi kalau pil-pilan kok pilih yang ngasih-ngasih donat.
Kok bukan yang cinta sholawat.

Katanya kota santri
Tapi kalau pil-pilan kok pilih yang ngasih-ngasih teri.
Kok bukan yang santri.

Katanya bumi wali
Tapi kalau pil-pilan kok pilih yang ngasih-ngasih upeti.
Kok bukan yang kiyai.

Katanya kota metropolitan
Tapi kalau pil-pilan kok pilih yang ngasih-ngasih amplopan.
Kok bukan yang punya gagasan.

Katanya…
Oh…
Katanya…

Mubin.
Bojonegoro, 20112022

NgajiGalileo

Recent Posts

Masa Depan Petani Buram atau Cerah? – Ngaji Galileo#8

Indonesia lahir dengan identitas yang melekat kuat sebagai Negara Agraris. Sejarah mencatat bahwa kemandirian bangsa…

5 hari ago

Menembus Dimensi Quantum: Analisis Saintifik Fenomena Lailatul Qadar dan Transformasi Energi Semesta

Lailatul Qadar, atau "Malam Ketetapan", merupakan fenomena spiritual paling signifikan dalam kalender Islam. Al-Qur'an mendeskripsikannya…

1 bulan ago

Skema Pembekuan Darah Pada Manusia

Reading Time: 3 minutes Bagaimana tubuh kita menghentikan pendarahan saat terluka? Simak penjelasan mendalam mengenai…

2 bulan ago

Bencana, Buah Narasi Kekuasaan dengan Citra Media

Bencana seringkali hadir dalam percakapan harian kita sebagai ‘tamu tak diundang’ yang menyebalkan, atau barangkali…

3 bulan ago

Ngaji Galileo #5: Banjir Dibentuk atau Terbentuk?

Banjir kerap dipahami sebagai takdir alam: hujan deras, sungai meluap, lalu bencana terjadi. Namun benarkah…

3 bulan ago

Gunung Rinjani: Milestone Etnopsikologis Suku Sasak

Gunung Rinjani bukan sekadar gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia dengan ketinggian 3.726 mdpl. Bagi…

4 bulan ago