Sejarah Vaksin Pertama di Dunia, dan Apa itu Sinovac?

Reading Time: 2 minutes

Kisah tentang vaksin dimulai dengan sejarah panjang penyakit menular pada manusia, khususnya pada penggunaan awal bahan cacar untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tersebut.

Ada yang menyebutkan vaksin digunakan oleh orang Cina dalam inokulasi cacar (variolation), sejak 1000 M. hal ini dipraktikkan di Afrika dan Turki juga, sebelum menyebar ke Eropa dan Amerika.

Inovasi Edward Jenner, yang dimulai dengan keberhasilannya dalam menggunakan bahan cacar sapi pada tahun 1796 untuk menciptakan kekebalan terhadap cacar, dengan cepat membuat praktik tersebut tersebar luas.

Metodenya mengalami perubahan medis dan teknologi selama 200 tahun berikutnya, dan akhirnya berhasil memberantas penyakit cacar.

Kemudian, vaksin rabies Louis Pasteur pada tahun 1885, di mana awal bakteriologi, perkembangan mengikuti dengan cepat. Sedangkan antitoksin dan vaksin melawan difteri, tetanus, antraks, kolera, wabah penyakit, tifoid, tuberkulosis, dan lainnya dikembangkan selama tahun 1930-an.

Pada awal pertengahan abad ke-20 merupakan masa aktif untuk penelitian dan pengembangan vaksin. Metode untuk menumbuhkan virus di laboratorium menghasilkan penemuan dan inovasi yang cepat, termasuk pembuatan vaksin untuk polio.

Peneliti menargetkan penyakit anak umum lainnya seperti campak, gondongan, dan rubella, dan vaksin untuk penyakit ini sangat mengurangi beban penyakit.

Teknik inovatif sekarang mendorong penelitian vaksin, dengan teknologi DNA rekombinan dan teknik pengiriman baru yang mengarahkan para ilmuwan ke arah baru.

Target penyakit telah berkembang, dan beberapa penelitian vaksin mulai berfokus pada kondisi non-infeksi seperti kecanduan dan alergi.

Lebih dari ilmu di balik vaksin yakni mencakup aspek budaya vaksinasi, di mana awalnya dari gangguan awal variolator cacar, penetapan mandat vaksinasi, hingga efek perang dan keresahan sosial pada penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.

Selain itu, Edward Jenner, Louis Pasteur, dan Maurice Hilleman, pelopor dalam pengembangan vaksin juga mendapat perhatian khusus.

Adapun terkait Sinovac yang ramai diberitakan. Perlu Anda ketahui bahwa, Sinovac merupakan perusahaan obat asal China yang mengembangkan vaksin virus corona baru bernama CoronaVac.

Vaksin tersebut termasuk salah satu jenis vaksin corona yang digunakan di Indonesia. Vaksin Sinovac dibuat dengan metode virus yang telah dilemahkan. Tujuannya jelas, menciptakan antibodi untuk kekebalan tubuh manusia agar tidak terkena virus covid-19. Semoga bermanfaat. (Arthur)

NgajiGalileo

Recent Posts

Bencana, Buah Narasi Kekuasaan dengan Citra Media

Bencana seringkali hadir dalam percakapan harian kita sebagai ‘tamu tak diundang’ yang menyebalkan, atau barangkali…

1 minggu ago

Ngaji Galileo #5: Banjir Dibentuk atau Terbentuk?

Banjir kerap dipahami sebagai takdir alam: hujan deras, sungai meluap, lalu bencana terjadi. Namun benarkah…

2 minggu ago

Gunung Rinjani: Milestone Etnopsikologis Suku Sasak

Gunung Rinjani bukan sekadar gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia dengan ketinggian 3.726 mdpl. Bagi…

3 minggu ago

Melipat Luka, Merenda Asa, Merajut Cita

Dalam hitungan hari 2025 segera undur diri, sirna di ujung senja. Kalender baru telah bersiap…

3 minggu ago

Pemicu Timbulnya Stress pada Orang yang Sedang Mengerjakan Skripsi

Skripsi merupakan tugas akhir yang wajib diselesaikan oleh mahasiswa sarjana sebagai syarat kelulusan. Proses penyusunan…

4 minggu ago

Mental Health: Skripsi=Stres? Ngaji Galileo #4

Di dunia akademik, skripsi sering jadi momok yang menakutkan. Ada yang resah sejak judul belum…

1 bulan ago