BENARKAH EUCALYPTUS DAPAT MENANGKAL COVID-19?

Reading Time: < 1 minute

Benarkah Eucalyptus Dapat Menyembuhkan Covid-19? – Mewabahnya Covid-19 membuat para peneliti untuk segera menemukan penangkal bahkan vaksin. Bukan tidak mungkin bahan herbal dapat dijadikan sebagai jawabannya. Baru-baru ini tanaman Eucalyptus disebut dapat menangkal virus corona. Kendati demikian masih perlu dilakukan uji lanjut.

Tanaman Eucalyptus atau kayu putih merupakan genus tanaman dari famili Myrtaceae yang berasal dari berasal dari Australia dan Tasmania serta terdistribusi di daerah tropis dan subtropis.

Salah satu spesies dari genus Eucalyptus yang sering digunakan sebagai tanaman obat adalah Eucalyptus globulus. Khasiatnya dalam dunia medis membuat Eucalyptus tersebar dan dibudidayakan di seluruh dunia.

Pohon Eucalyptus globulus sangat tinggi hingga mencapai 100 m dan batang pohonnya lurus, biasanya kulit kayunya mengelupas. Daunnya berbentuk bulat dengan permukaan daun berwarna kebiruan atau seperti perak, dapat mengeluarkan wewangian ketika daunnya di hancurkan.

Daun berukuran panjang 230 cm dan lebar 4 cm, tekstur daunnya halus tajam, hampir menyerupai kulit, rapuh dan belang-belang. Buah yang diproduksi Eucalyptus globulus berbentuk seperti butir-butir. Eucalyptus globulus juga memiliki wangi yang harum atau aromatik serta menyegarkan.

Rasanya pun pedas, sedikit pahit, dengan aroma aromatik. Makanan koala ini sudah familiar untuk dijadikan sebagai produk minyak angin karena aroma yang dihasilkan menghangatkan badan.

Kelenjar daun Eucalyptus mengandung minyak aromatik yang mudah menguap yang dikenal sebagai minyak kayu putih atau eucalyptol. Minyak esensial yang diperoleh dari daun Eucalyptus globulus, dimanfaatkan daunnya sebagai obat TBC paru-paru, diabetes, obat pilek, antiseptik, asma, desinfektan, terapi malaria, antibakteri, antifeedant, antifungi, pengusir serangga atau repellant, sedangkan untuk batang dimanfaatkan sebagai antivirus.

Berdasarkan temuan yang dipublikasikan dalam BMC Immunology, minyak Eucalyptus dapat merangsang respons sistem kekebalan tubuh, merujuk Medical News Today.

Para peneliti menemukan bahwa Eucalyptol meningkatkan respons sistem kekebalan fagositik terhadap patogen. Fagositosis merupakan proses ketika sistem imun menelan dan menghancurkan partikel asing seperti bakteri, virus, dan partikel lain yang berbahaya. (Wardah)

NgajiGalileo

Recent Posts

Bencana, Buah Narasi Kekuasaan dengan Citra Media

Bencana seringkali hadir dalam percakapan harian kita sebagai ‘tamu tak diundang’ yang menyebalkan, atau barangkali…

6 hari ago

Ngaji Galileo #5: Banjir Dibentuk atau Terbentuk?

Banjir kerap dipahami sebagai takdir alam: hujan deras, sungai meluap, lalu bencana terjadi. Namun benarkah…

1 minggu ago

Gunung Rinjani: Milestone Etnopsikologis Suku Sasak

Gunung Rinjani bukan sekadar gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia dengan ketinggian 3.726 mdpl. Bagi…

2 minggu ago

Melipat Luka, Merenda Asa, Merajut Cita

Dalam hitungan hari 2025 segera undur diri, sirna di ujung senja. Kalender baru telah bersiap…

3 minggu ago

Pemicu Timbulnya Stress pada Orang yang Sedang Mengerjakan Skripsi

Skripsi merupakan tugas akhir yang wajib diselesaikan oleh mahasiswa sarjana sebagai syarat kelulusan. Proses penyusunan…

4 minggu ago

Mental Health: Skripsi=Stres? Ngaji Galileo #4

Di dunia akademik, skripsi sering jadi momok yang menakutkan. Ada yang resah sejak judul belum…

1 bulan ago