Galileo Galilei: Sejarah Penemuan Pertama dan Terbesar yang Pernah Ada
Galileo Galilei merupakan tokoh dunia yang terkenal dengan sebutan Bapak Sains Modern. Galileo lahir tahun 1564. Semasa hidupnya ia banyak memberikan kontribusi dalam bidang fisika, astronomi, hingga filsafat.
Penemuan teleskop yang lebih baik memungkinkan Galileo mengamati dan menggambarkan bulan Jupiter, cincin Saturnus, fase Venus, bintik matahari, dan permukaan bulan yang kasar.
Bakatnya tersebut membuatnya mendapatkan teman yang kuat di antara elit penguasa Italia sekaligus juga musuh di antara para pemimpin Gereja Katolik.
Pembelaan Galileo tentang alam semesta heliosentris membawanya ke hadapan otoritas agama pada tahun 1616. Kemudian, pada tahun 1633, ia dipaksa untuk menarik kembali dan ditempatkan di bawah tahanan rumah selama sisa hidupnya.
Penemuan Galileo
Galileo Galilei adalah anak pertama dari enam bersaudara. Ayahnya Vincenzo Galilei yang seorang musisi dan juga seorang ahli matematika.
Pada tahun 1581, Galileo masuk Universitas Pisa di usia 16 tahun. Ia belajar kedokteran di sana, akan tetapi dalam prosesnya ia beralih ke jurusan matematika.
Dalam studinya ia tidak menyelesaikan hingga mendapatkan gelarnya. Namun, pada tahun 1583 ia malah membuat penemuan penting pertamanya, yakni menjelaskan aturan yang mengatur pergerakan pendulum.
Lebih lanjut, saat setelah ia dipaksa selama persidangannya untuk mengakui bahwa Bumi adalah pusat stasioner alam semesta, Galileo diduga bergumam, “Eppur si muove!” (“Namun itu bergerak!”).
Hal itu merupakan Atribusi langsung pertama dari kutipan ke Galileo yang berasal dari 125 tahun setelah persidangan, meskipun muncul di dinding di belakangnya dalam lukisan Spanyol tahun 1634 yang dipesan oleh salah satu teman Galileo.
Selama bertahun-tahun ia melakukan eksperimen dengan benda jatuh, di mana eksperimennya memberikan kontribusi paling signifikan terhadap fisika.
Meskipun pengamatan Galileo bertentangan dengan pandangan Aristotelian tentang alam semesta, namun pada akhirnya diterima secara luas oleh para ilmuwan dan teolog.
Hukum gerak Galileo, yang dibuat dari pengukurannya bahwa semua benda berakselerasi pada kecepatan yang sama terlepas dari massa atau ukurannya, membuka jalan bagi kodifikasi mekanika klasik oleh Isaac Newton.
Heliosentrisme Galileo (dengan modifikasi oleh Kepler) segera menjadi fakta ilmiah yang diterima. Penemuannya, dari kompas dan timbangan hingga teleskop dan mikroskop yang ditingkatkan, merevolusi astronomi dan biologi.
Galilleo menemukan kawah dan gunung di bulan, fase Venus, bulan Jupiter, dan bintang Bima Sakti. Kecintaannya pada eksperimen yang bijaksana dan inventif mendorong metode ilmiah menuju bentuk modernnya. (Arthur)
Recent Posts
Bencana, Buah Narasi Kekuasaan dengan Citra Media
Bencana seringkali hadir dalam percakapan harian kita sebagai ‘tamu tak diundang’ yang menyebalkan, atau barangkali…
Ngaji Galileo #5: Banjir Dibentuk atau Terbentuk?
Banjir kerap dipahami sebagai takdir alam: hujan deras, sungai meluap, lalu bencana terjadi. Namun benarkah…
Gunung Rinjani: Milestone Etnopsikologis Suku Sasak
Gunung Rinjani bukan sekadar gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia dengan ketinggian 3.726 mdpl. Bagi…
Melipat Luka, Merenda Asa, Merajut Cita
Dalam hitungan hari 2025 segera undur diri, sirna di ujung senja. Kalender baru telah bersiap…
Pemicu Timbulnya Stress pada Orang yang Sedang Mengerjakan Skripsi
Skripsi merupakan tugas akhir yang wajib diselesaikan oleh mahasiswa sarjana sebagai syarat kelulusan. Proses penyusunan…
Mental Health: Skripsi=Stres? Ngaji Galileo #4
Di dunia akademik, skripsi sering jadi momok yang menakutkan. Ada yang resah sejak judul belum…