Kimia: Mengenal Gas Mulia dan Sifat-sifatnya
Gas mulia adalah salah satu dari tujuh unsur kimia yang membentuk Golongan 18 (VIIIa) dari tabel periodik.
Unsur-unsur gas mulia tersebut adalah helium (He), neon (Ne), argon (Ar), kripton (Kr), xenon (Xe), radon (Rn), dan oganesson (Og).
Gas mulia ini merupakan gas yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak mudah terbakar.
Secara tradisional, gas ini telah diberi label Golongan 0 dalam tabel periodik karena selama beberapa dekade setelah penemuannya diyakini bahwa tidak dapat berikatan dengan atom lain; artinya, atom-atom gas mulia tidak dapat bergabung dengan unsur-unsur lain untuk membentuk senyawa kimia.
Sifat-sifat Gas mulia
Gas mulia memiliki sifat-sifat yang dibedakan menjadi 3 macam, yaitu sifat atomik, fisis, dan kimia.
Sifat Atomik
Molekul-molekul gas mulia terdiri atas satu atom (monoatom). Unsur-unsur gas mulia ini memiliki jari-jari atom yang semakin besar apabila dilihat dari atas ke bawah (helium ke radon).
Namun, energi ionisasi gas mulia semakin kecil seiring dengan bertambahnya jari-jari atom, sehingga semakin mudah melepaskan elektron.
Untuk unsur-unsur golongan ini memiliki konfigurasi elektron berakhiran 2 dan 8 yang menandakan bahwa semua elektron pada kulitnya sudah berpasangan.
Sifat Fisis
Dilihat dari sifat fisisnya, gas mulia memiliki titik leleh dan titik didih yang sangat rendah.
Titik didih dan titik leleh unsur-unsur gas mulia lebih kecil dari suhu kamar (25o C), sehingga seluruh unsur gas mulia berwujud gas.
Adapun titik leleh dan titik didih unsur-unsur gas mulia dari atas ke bawah (helium ke radon) akan semakin bertambah seiring dengan bertambahnya massa atom dan jari-jari atom.
Demikian juga dengan kerapatan atau densitas unsur-unsur gas mulia yang juga akan semakin bertambah dari atas ke bawah
Sifat Kimia
Unsur-unsur pada gas mulia mempunyai konfigurasi elektron yang stabil karena semua elektron pada kulit terluarnya sudah berpasangan/penuh.
Hal tersebut menyebabkan gas mulia cenderung sulit bereaksi dengan unsur lainnya.
Akan tetapi, saat ini sudah ada beberapa unsur gas mulia yang dapat bereaksi dengan unsur lain yang sangat elektronegatif, yaitu xenon dan kripton.
Selain itu, konfigurasi elektron yang stabil ini juga menyebabkan gas mulia biasa digunakan sebagai penyingkatan konfigurasi elektron bagi unsur lain.
Recent Posts
Konsep Pembangunan Berwawasan Lingkungan dan Berkelanjutan
Ah Mubin Masduqi, S.Si. M.Ling Pembangunan ekonomi yang pesat sering kali memberikan tekanan signifikan terhadap…
Bencana yang Bisa Diperkecil: Membaca Resiko dari Data, Kapasitas Negara, dan Pengetahuan Masyarakat
Oleh: M. Izzuddin Bencana sering kali diperlakukan sebagai sesuatu yang datang tiba-tiba. Ketika banjir datang,…
Muktamar Para Santri
Hadi Prayitno - Kader PMII Rayon Galileo (2000) Saya baru dua kali menghadiri Muktamar NU:…
Muktamar dan Nasi Empok
Oleh Mustakim – Pengurus IKAPMII Galileo Muktamar, forum tertinggi Pemgurus Besar Nahdlatul Ulama' (PBNU). Konsolidasi…
PMII Galileo: Menapak Jejak, Menyemai Mimpi
Oleh Hadi Prayitno – Kader PMII Rayon Galileo (2000) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon…
Wiwin Maisyaroh: Jejak Ketum IKAPMII GALILEO
Dr. Wiwin Maisyaroh, M.Si. adalah seorang biologi konservasi yang menulis buku Pemanfaatan Tumbuhan Liar dalam…