Masa Depan Petani Buram atau Cerah? – Ngaji Galileo#8
Indonesia lahir dengan identitas yang melekat kuat sebagai Negara Agraris. Sejarah mencatat bahwa kemandirian bangsa ini pernah bertumpu pada pundak para petani yang mengolah tanah subur dari Sabang sampai Merauke. Namun, seiring berjalannya waktu, narasi “gemah ripah loh jinawi” kini menghadapi tantangan yang paradoks.
Di satu sisi, sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional.
Di sisi lain, profesi petani kian dipandang sebelah mata. Regenerasi petani berada di titik nadir; data menunjukkan mayoritas petani Indonesia memasuki usia senja, sementara generasi muda lebih memilih hiruk-pikuk ekonomi digital dan sektor formal di perkotaan.
Adanya stigma bahwa menjadi petani adalah jalan hidup yang sulit, penuh risiko, dan minim apresiasi finansial menciptakan jurang pemisah antara pemuda dan tanahnya. Namun, benarkah masa depan petani seburam itu?
Melalui ngaji galileo ke-8 ini kita akan membahas terkait masa depan petani indonesia dan kehadiran negara untuk petani indonesia.
Ayo ngaji bareng dan menambah pemahaman bersama🥳
Haru, tgl : 10 April 2026
Pukul : 19.30 WIB
Link pendaftaran:
https://forms.gle/8izYGdRd9RhJwqPk7
Recent Posts
Menembus Dimensi Quantum: Analisis Saintifik Fenomena Lailatul Qadar dan Transformasi Energi Semesta
Lailatul Qadar, atau "Malam Ketetapan", merupakan fenomena spiritual paling signifikan dalam kalender Islam. Al-Qur'an mendeskripsikannya…
Skema Pembekuan Darah Pada Manusia
Reading Time: 3 minutes Bagaimana tubuh kita menghentikan pendarahan saat terluka? Simak penjelasan mendalam mengenai…
Bencana, Buah Narasi Kekuasaan dengan Citra Media
Bencana seringkali hadir dalam percakapan harian kita sebagai ‘tamu tak diundang’ yang menyebalkan, atau barangkali…
Ngaji Galileo #5: Banjir Dibentuk atau Terbentuk?
Banjir kerap dipahami sebagai takdir alam: hujan deras, sungai meluap, lalu bencana terjadi. Namun benarkah…
Gunung Rinjani: Milestone Etnopsikologis Suku Sasak
Gunung Rinjani bukan sekadar gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia dengan ketinggian 3.726 mdpl. Bagi…
Melipat Luka, Merenda Asa, Merajut Cita
Dalam hitungan hari 2025 segera undur diri, sirna di ujung senja. Kalender baru telah bersiap…