PESANTREN, SEKOLAH, DAN KONSERVASI LINGKUNGAN

Reading Time: < 1 minute

Pesantren, Sekolah, dan Konservasi Lingkungan – Pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang senantiasa bersinergi dengan kearifan lokal. Karakternya indegenius, di mana pesantren merupakan kekayaan asli bangsa Indonesia yang mendunia dan dihormati oleh bangsa-bangsa di dunia.

Seperti diketahui bahwa santri (sebutan orang yang menimba ilmu di pesantren) tidak hanya mempelajari agama saja, lebih jauh dari itu sekarang ada beberapa pesantren yang secara konsisten mengajar santrinya untuk mencintai lingkungan. Salah satunya adalah Pondok Pesantren Wali Sembilan Gomang di Tuban.

Pesantren Wali Sembilan

KH.KRMA. Noer Nasroh Hadiningrat selaku pengasuh Pondok Pesantren Wali Sembilan mengajarkan santrinya untuk senantiasa melestarikan hutan, hingga kemudian beliau banyak mendapatkan penghargaan di bidang lingkungan hidup.

Hal tersebut tidak lepas dari keprihatinan Kyai terhadap kondisi hutan yang semakin rusak. Selain itu juga faktor pendidikan yang rendah, sehingga beliau juga berinisiatif untuk mendirikan SMK Negeri 1 Tuban Jurusan Kehutanan di pondok pesantren Wali Sembilan.

Inisiatif beliau disambut baik oleh berbagai pihak seperti, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Departemen Kehutanan (Dephut), Departemen Pertanian (Deptan), dan Perusahaan Hutan Indonesia (Perhutani).

Karena itu pada tanggal tanggal 17 Juli 2006, SMK Negeri 1 Tuban Jurusan Kehutanan di Pondok Pesantren Wali Sembilan secara resmi berdiri dengan jumlah murid saat itu sebanyak 43 orang yang berasal dari masyarakat sekitar hutan di Gomang Tuban.

Sekarang sekolah tersebut telah meluluskan banyak murid, dan beberapa di antaranya sudah bekerja di lembaga lingkungan hidup, baik itu lembaga pemerintahan atau pun swasta. Hal itu sesuai dengan cita-cita lembaga, yaitu terciptanya generasi yang profesional, andal, dan berakhlakul karimah dalam upaya eksplorasi, konservasi, dan peduli lingkungan. (fauzing)

NgajiGalileo

Recent Posts

Bencana, Buah Narasi Kekuasaan dengan Citra Media

Bencana seringkali hadir dalam percakapan harian kita sebagai ‘tamu tak diundang’ yang menyebalkan, atau barangkali…

4 hari ago

Ngaji Galileo #5: Banjir Dibentuk atau Terbentuk?

Banjir kerap dipahami sebagai takdir alam: hujan deras, sungai meluap, lalu bencana terjadi. Namun benarkah…

1 minggu ago

Gunung Rinjani: Milestone Etnopsikologis Suku Sasak

Gunung Rinjani bukan sekadar gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia dengan ketinggian 3.726 mdpl. Bagi…

2 minggu ago

Melipat Luka, Merenda Asa, Merajut Cita

Dalam hitungan hari 2025 segera undur diri, sirna di ujung senja. Kalender baru telah bersiap…

2 minggu ago

Pemicu Timbulnya Stress pada Orang yang Sedang Mengerjakan Skripsi

Skripsi merupakan tugas akhir yang wajib diselesaikan oleh mahasiswa sarjana sebagai syarat kelulusan. Proses penyusunan…

3 minggu ago

Mental Health: Skripsi=Stres? Ngaji Galileo #4

Di dunia akademik, skripsi sering jadi momok yang menakutkan. Ada yang resah sejak judul belum…

1 bulan ago