SAJAK 'KATANYA'
Katanya cinta sholawat
Tapi kalau pil-pilan kok pilih yang ngasih-ngasih donat.
Kok bukan yang cinta sholawat.
Katanya kota santri
Tapi kalau pil-pilan kok pilih yang ngasih-ngasih teri.
Kok bukan yang santri.
Katanya bumi wali
Tapi kalau pil-pilan kok pilih yang ngasih-ngasih upeti.
Kok bukan yang kiyai.
Katanya kota metropolitan
Tapi kalau pil-pilan kok pilih yang ngasih-ngasih amplopan.
Kok bukan yang punya gagasan.
Katanya…
Oh…
Katanya…
Mubin.
Bojonegoro, 20112022
Recent Posts
Menembus Dimensi Quantum: Analisis Saintifik Fenomena Lailatul Qadar dan Transformasi Energi Semesta
Lailatul Qadar, atau "Malam Ketetapan", merupakan fenomena spiritual paling signifikan dalam kalender Islam. Al-Qur'an mendeskripsikannya…
Skema Pembekuan Darah Pada Manusia
Reading Time: 3 minutes Bagaimana tubuh kita menghentikan pendarahan saat terluka? Simak penjelasan mendalam mengenai…
Bencana, Buah Narasi Kekuasaan dengan Citra Media
Bencana seringkali hadir dalam percakapan harian kita sebagai ‘tamu tak diundang’ yang menyebalkan, atau barangkali…
Ngaji Galileo #5: Banjir Dibentuk atau Terbentuk?
Banjir kerap dipahami sebagai takdir alam: hujan deras, sungai meluap, lalu bencana terjadi. Namun benarkah…
Gunung Rinjani: Milestone Etnopsikologis Suku Sasak
Gunung Rinjani bukan sekadar gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia dengan ketinggian 3.726 mdpl. Bagi…
Melipat Luka, Merenda Asa, Merajut Cita
Dalam hitungan hari 2025 segera undur diri, sirna di ujung senja. Kalender baru telah bersiap…