SAJAK ‘KATANYA’

Reading Time: < 1 minute

Katanya cinta sholawat
Tapi kalau pil-pilan kok pilih yang ngasih-ngasih donat.
Kok bukan yang cinta sholawat.

Katanya kota santri
Tapi kalau pil-pilan kok pilih yang ngasih-ngasih teri.
Kok bukan yang santri.

Katanya bumi wali
Tapi kalau pil-pilan kok pilih yang ngasih-ngasih upeti.
Kok bukan yang kiyai.

Katanya kota metropolitan
Tapi kalau pil-pilan kok pilih yang ngasih-ngasih amplopan.
Kok bukan yang punya gagasan.

Katanya…
Oh…
Katanya…

Mubin.
Bojonegoro, 20112022

NgajiGalileo

Recent Posts

Bencana, Buah Narasi Kekuasaan dengan Citra Media

Bencana seringkali hadir dalam percakapan harian kita sebagai ‘tamu tak diundang’ yang menyebalkan, atau barangkali…

2 minggu ago

Ngaji Galileo #5: Banjir Dibentuk atau Terbentuk?

Banjir kerap dipahami sebagai takdir alam: hujan deras, sungai meluap, lalu bencana terjadi. Namun benarkah…

2 minggu ago

Gunung Rinjani: Milestone Etnopsikologis Suku Sasak

Gunung Rinjani bukan sekadar gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia dengan ketinggian 3.726 mdpl. Bagi…

3 minggu ago

Melipat Luka, Merenda Asa, Merajut Cita

Dalam hitungan hari 2025 segera undur diri, sirna di ujung senja. Kalender baru telah bersiap…

4 minggu ago

Pemicu Timbulnya Stress pada Orang yang Sedang Mengerjakan Skripsi

Skripsi merupakan tugas akhir yang wajib diselesaikan oleh mahasiswa sarjana sebagai syarat kelulusan. Proses penyusunan…

1 bulan ago

Mental Health: Skripsi=Stres? Ngaji Galileo #4

Di dunia akademik, skripsi sering jadi momok yang menakutkan. Ada yang resah sejak judul belum…

2 bulan ago