Categories: News

Tips Merawat Ikan Cupang, Mulai dari Persiapan Tempat hingga Menentukan Pakannya

Reading Time: 2 minutes

Ikan cupang mendadak menjadi trend baru dimasa pandemi seperti sekarang ini, ikan jenis ini tergolong ikan hias dengan peminat bisa dari berbagai kalangan profesi maupun usia, pemelihara ikan jenis ini mulai dari anak-anak sampai orang dewasa.

Perawatan yang cenderung mudah membuat pemilik ikan cupang tidak perlu bersusah-susah dalam merawatnya, ikan cupang secara klasifikasinya adalah sebagai berikut :

Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Famili: Osphronemidae
Subfamili: Macropodusinae
Genus: Betta
Spesies : B. persephone

Untuk memelihara ikan cupang ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi pemiliknya, di antaranya sebagai berikut :

A. Menyiapkan Ikan dan Tempatnya

Ikan cupang memiliki banyak jenisnya, sebelum memiliki ikan jenis ini sebaiknya kolektor melihat-lihat referensi baik melalui internet maupun langsung melihat ditoko ikan hias terdekat, sambil melihat anda dapat membedakan antar jenis dan tentu juga harganya.

Setelah memiliki ikan cupang, pemilik ikan harus menyiapkan tempat ikan tersebut, tempat untuk ikan cupang tidaklah ribet, sediakan toples atau wadah yang cukup, ikan sudah dapat hidup namun saran kami adalah sediakan tempat yang agak luas sehingga ikan bisa bebas bergerak.

Tempat ikan cupang hidup tidak perlu aerator seperti ikan hias lainnya, hal ini juga sangat memudahkan bagi pemiliknya, kemudahan tempat hidup ikan hias jenis cupang ini juga menjadi alasan beberapa orang untuk memelihara ikan hias yang termasuk ikan petarung.

Meskipun aquarium ikan cupang tidak memakai aerator pemilik harus memperhatikan kebersihan air serta memperhatikan agar PH air antara 6,8 sampai 7, hal ini penting agar ikan tidak sakit.

Beberapa tanda ikan cupang bermasalah atau sakit diantaranya pertama pola berengnya tidak seperti biasanya, jika diperhatikan terasa agak aneh, kedua sirip ikan cupang seperti ada yang luka bekas terjepit, ketiga ikan cenderung sembunyi atau berenang didasar wadah, keempat ketika sedang berenang terlihat nafasnya terengah-engah.

B. Pakan dan Pemeliharaan

Pakan untuk ikan cupang diantaranya adalah cacing sutera, kutu air dan pelet kecil, namun bagi pemula bisa cukup dengan menyediakan pelet sudah cukup, pemberian pakan pada ikan cupang cukup sehari sekali sudah bagus, dan sebaiknya jangan terlalu banyak karena dapat menyebabkan aquarium cepat kotor.

Sedangkan untuk perawatan ikan cupang juga terbilang mudah yaitu dengan menjemur ikan tersebut seminggu sekali antara jam 08.00 – 10.00 Wib. penjemuran tersebut dapat membunuh beberapa kuman atau bakteri yang ada di aquarium maupun yang menempel pada ikan cupang. (Mubin)

NgajiGalileo

Recent Posts

Bencana, Buah Narasi Kekuasaan dengan Citra Media

Bencana seringkali hadir dalam percakapan harian kita sebagai ‘tamu tak diundang’ yang menyebalkan, atau barangkali…

3 hari ago

Ngaji Galileo #5: Banjir Dibentuk atau Terbentuk?

Banjir kerap dipahami sebagai takdir alam: hujan deras, sungai meluap, lalu bencana terjadi. Namun benarkah…

7 hari ago

Gunung Rinjani: Milestone Etnopsikologis Suku Sasak

Gunung Rinjani bukan sekadar gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia dengan ketinggian 3.726 mdpl. Bagi…

2 minggu ago

Melipat Luka, Merenda Asa, Merajut Cita

Dalam hitungan hari 2025 segera undur diri, sirna di ujung senja. Kalender baru telah bersiap…

2 minggu ago

Pemicu Timbulnya Stress pada Orang yang Sedang Mengerjakan Skripsi

Skripsi merupakan tugas akhir yang wajib diselesaikan oleh mahasiswa sarjana sebagai syarat kelulusan. Proses penyusunan…

3 minggu ago

Mental Health: Skripsi=Stres? Ngaji Galileo #4

Di dunia akademik, skripsi sering jadi momok yang menakutkan. Ada yang resah sejak judul belum…

1 bulan ago