Tanaman Kangkung, Cara Menanam dan Waktu Panen

Share artikel ini

Reading Time: 2 minutes

Sayur-sayuran merupakan pelengkap nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh kita, kebutuhan akan sayur-sayuran harus dilengkapi agar keseimbangan nutrisi tubuh terpenuhi, serat yang terdapat pada sayuran sangatlah berguna bagi tubuh terutama organ pencernaan.

Diantara berbagai sayur-sayuran seperti bayam, kangkung, kolbes dan sejenisnya, kangkung merupakan sayuran yang sering diolah dan dikonsumsi masyarakat.

Permasakannya yang cenderung mudah, bisa dengan cara ditumis, dimasak dengan sayur lainnya serta dicampur dengan bumbu pecel tentu akan nikmat, kebutuhan akan sayur-sayuran tiap hari sangatlah banyak, hal ini dapat ditangkap sebagai peluang untuk bercocok tanam sayuran kangkung.

Cara menanam kangkung dan waktu panen

Untuk menanam tanaman kangkung terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya sebagai berikut :

Baca Juga:   Pengertian, Peran dan Tugas Staf Ahli di Pemerintahan Daerah

1. Penyiapan benih

Benih yang unggul diharapkan dapat mendapatkan hasil yang maksimal, ada banyak jenis bibit kangkung yang terdapat di toko pertanian. Referensi bibit yang yang baik dapat dikonsultasikan dengan penyuluh pertanian atau langsung tanya pada penjual ditoko pertanian

2. Pengolahan lahan

Pengolahan tanah yang akan digunakan untuk menanam tanaman kangkung harus dilakukan hal ini penting untuk mendapatkan lahan yang cocok/subur bagi pertumbuhan sayuran kangkung yang akan ditanam.

3. Pemupukan

Pemupukan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kangkung, pemupukan bisa dilakukan diawal setelah penyiapan lahan langsung ditaburi pupuk organik/kompos, sebenarnya pemupukan untuk tanaman ini tidak begitu membutuhkan pupuk yang banyak, namun jika kekurangan dapat menyebabkan kangkung berwarna hijau pudar, sehingga jika dijual kurang begitu menarik.

Baca Juga:   Pengertian dan Manfaat Infused Water bagi Kesehatan

4. Penyiraman

Penyiraman diperlukan untuk menjaga suhu yang cocok bagi sayuran kangkung, jika terlalu panas atau kekurangan air tanaman ini akan layu dan tidak menarik untuk dijual, namun jika terlalu terendam air dalam beberapa hari dapat menyebabkan tanaman mati dan busuk.

5. Pencegahan penyakit dan hama

Tanaman kangkung seperti halnya dengan tanaman lainnya yang selalu saja ada hama yang menyerangnya, hama yang sering ditemukan pada budidaya sayuran kangkung adalah belalang dan ulat. Pencegahan dan pemberian obat-obatan pertanian untuk mencegah hama dan penyakit lainnya dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan langsung disemprotkan pada tanaman tersebut.

6. Waktu panen dan penjualannya

Ketika sudah usia 35-45 hari secara umum tanaman kangkung sudah dapat dipanen, dalam pemanenannya dapat dilakukan dengan cara dicabut atau dengan cara dipotong, untuk kebutuhan penjualan di supermarket biasanya dibutuhkan tanaman kangkung yang dicabut dengan akarnya, tanaman yang dicabut dengan akarnya dilakukan penyucian sampai bersih serta memastikan tidak ada tanah yang menempel pada sayuran kangkung tersebut, namun jika untuk kebutuhan penjualan di pasar tradisional biasanya cukup dengan dipotong dan ditali kecil-kecil, hal ini untuk mempermudah penjualannya. (Mubin)

Baca Juga:   Catatan CEO Ngaji Galileo, Efek Samping Setelah Disuntik Vaksin Pertama

Share artikel ini

Recommended For You

Tulis Komentar