Tips Merawat Ikan Cupang, Mulai dari Persiapan Tempat hingga Menentukan Pakannya
Ikan cupang mendadak menjadi trend baru dimasa pandemi seperti sekarang ini, ikan jenis ini tergolong ikan hias dengan peminat bisa dari berbagai kalangan profesi maupun usia, pemelihara ikan jenis ini mulai dari anak-anak sampai orang dewasa.
Perawatan yang cenderung mudah membuat pemilik ikan cupang tidak perlu bersusah-susah dalam merawatnya, ikan cupang secara klasifikasinya adalah sebagai berikut :
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Famili: Osphronemidae
Subfamili: Macropodusinae
Genus: Betta
Spesies : B. persephone
Untuk memelihara ikan cupang ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi pemiliknya, di antaranya sebagai berikut :
A. Menyiapkan Ikan dan Tempatnya
Ikan cupang memiliki banyak jenisnya, sebelum memiliki ikan jenis ini sebaiknya kolektor melihat-lihat referensi baik melalui internet maupun langsung melihat ditoko ikan hias terdekat, sambil melihat anda dapat membedakan antar jenis dan tentu juga harganya.
Setelah memiliki ikan cupang, pemilik ikan harus menyiapkan tempat ikan tersebut, tempat untuk ikan cupang tidaklah ribet, sediakan toples atau wadah yang cukup, ikan sudah dapat hidup namun saran kami adalah sediakan tempat yang agak luas sehingga ikan bisa bebas bergerak.
Tempat ikan cupang hidup tidak perlu aerator seperti ikan hias lainnya, hal ini juga sangat memudahkan bagi pemiliknya, kemudahan tempat hidup ikan hias jenis cupang ini juga menjadi alasan beberapa orang untuk memelihara ikan hias yang termasuk ikan petarung.
Meskipun aquarium ikan cupang tidak memakai aerator pemilik harus memperhatikan kebersihan air serta memperhatikan agar PH air antara 6,8 sampai 7, hal ini penting agar ikan tidak sakit.
Beberapa tanda ikan cupang bermasalah atau sakit diantaranya pertama pola berengnya tidak seperti biasanya, jika diperhatikan terasa agak aneh, kedua sirip ikan cupang seperti ada yang luka bekas terjepit, ketiga ikan cenderung sembunyi atau berenang didasar wadah, keempat ketika sedang berenang terlihat nafasnya terengah-engah.
B. Pakan dan Pemeliharaan
Pakan untuk ikan cupang diantaranya adalah cacing sutera, kutu air dan pelet kecil, namun bagi pemula bisa cukup dengan menyediakan pelet sudah cukup, pemberian pakan pada ikan cupang cukup sehari sekali sudah bagus, dan sebaiknya jangan terlalu banyak karena dapat menyebabkan aquarium cepat kotor.
Sedangkan untuk perawatan ikan cupang juga terbilang mudah yaitu dengan menjemur ikan tersebut seminggu sekali antara jam 08.00 – 10.00 Wib. penjemuran tersebut dapat membunuh beberapa kuman atau bakteri yang ada di aquarium maupun yang menempel pada ikan cupang. (Mubin)
Recent Posts
Bencana yang Bisa Diperkecil: Membaca Resiko dari Data, Kapasitas Negara, dan Pengetahuan Masyarakat
Oleh: M. Izzuddin Bencana sering kali diperlakukan sebagai sesuatu yang datang tiba-tiba. Ketika banjir datang,…
Muktamar Para Santri
Hadi Prayitno - Kader PMII Rayon Galileo (2000) Saya baru dua kali menghadiri Muktamar NU:…
Muktamar dan Nasi Empok
Oleh Mustakim – Pengurus IKAPMII Galileo Muktamar, forum tertinggi Pemgurus Besar Nahdlatul Ulama' (PBNU). Konsolidasi…
PMII Galileo: Menapak Jejak, Menyemai Mimpi
Oleh Hadi Prayitno – Kader PMII Rayon Galileo (2000) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon…
Wiwin Maisyaroh: Jejak Ketum IKAPMII GALILEO
Dr. Wiwin Maisyaroh, M.Si. adalah seorang biologi konservasi yang menulis buku Pemanfaatan Tumbuhan Liar dalam…
Sejarah Muktamar Nahdlatul Ulama: Perjalanan Muktamar XI–XXIII (Bagian 2)
Memasuki pertengahan dekade 1930-an, Nahdlatul Ulama (NU) menghadapi perubahan sosial dan politik yang sangat dinamis.…