Tren Olahraga Bersepeda di Era New Normal
Penulis : Risa
NgajiGalileo – Covid-19 berhasil merubah kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari baik dirumah, sekolah, tempat kerja, atau dimanapun. Kita dibuatnya seakan tak berdaya, karena gerak langkah kita dibatasi dengan adanya covid.
Namun berjalannya waktu, tinggal di rumah saja dinilai tidak bisa selamanya diterapkan. Karena justru bisa menimbulkan masalah baru, seperti terpuruknya bidang perekonomian negara.
Sehingga sejumlah negara termasuk Indonesia pun mulai melonggarakan kebijakan terkait mobilitas warganya dengan mengimplementasikan new normal atau pola hidup baru.
New normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.
Setelah beberapa bulan terkurung dirumah saja, tentunya membuat banyak orang merasa jenuh dengan diiringi oleh rasa takut akan virus kecil yang selalu menghantui. Namun, di era new normal ini, kejenuhan itu sedikit terobati. Kita sudah bisa bebas beraktivitas di luar rumah lagi, akan tetapi harus dengan protokol kesehatan yang tetap ditaati.
Kita harus manfaatkan era new normal ini dengan melakukan hal-hal yang lebih baik lagi dari kebiasaan yang sebelumnya kita lakukan ketika pandemi ini belum ada. Terutama yang berkaitan dengan kesehatan, kita harus lebih ekstra dalam menjaga kesehatan tubuh kita.
Misalnya, dengan membuat kebiasaan rutin berolahraga, olahraga adalah salah satu cara terbaik untuk jaga daya tahan tubuh supaya tidak gampang sakit.
Di era new normal ini, bersepeda menjadi olahraga yang sedang naik daun. Kini seringkali kita jumpai pesepeda di jalan raya baik siang, sore bahkan malam hari.
Orang-orang lebih memilih bersepeda untuk aktivitas olahraganya. Karena bersepeda dinilai lebih aman untuk dilakukan ketika masa pandemi.
Dengan bersepeda kita tetap bisa menjalankan kaidah-kaidah protokol kesehatan seperti physical distancing atau jaga jarak.
Bersepeda juga masih efektif dilakukan meskipun kita membekali diri dengan berbagai peralatan pencegahan dari virus seperti masker, sarung tangan, hand sanitizer, atau peralatan pribadi lainnya. Sehingga olahraga ini akan sangat cocok dilakukan pada masa pandemi.
Recent Posts
Ngaji Galileo #5: Banjir Dibentuk atau Terbentuk?
Banjir kerap dipahami sebagai takdir alam: hujan deras, sungai meluap, lalu bencana terjadi. Namun benarkah…
Gunung Rinjani: Milestone Etnopsikologis Suku Sasak
Gunung Rinjani bukan sekadar gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia dengan ketinggian 3.726 mdpl. Bagi…
Melipat Luka, Merenda Asa, Merajut Cita
Dalam hitungan hari 2025 segera undur diri, sirna di ujung senja. Kalender baru telah bersiap…
Pemicu Timbulnya Stress pada Orang yang Sedang Mengerjakan Skripsi
Skripsi merupakan tugas akhir yang wajib diselesaikan oleh mahasiswa sarjana sebagai syarat kelulusan. Proses penyusunan…
Mental Health: Skripsi=Stres? Ngaji Galileo #4
Di dunia akademik, skripsi sering jadi momok yang menakutkan. Ada yang resah sejak judul belum…
Bencana dan Tanggung Jawab Kader Eksakta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 22.468 kejadian bencana dalam kurun 2020 hingga 2024, didominasi…
View Comments
harga sepeda jadi semakin mahal, ada isu juga bahwa sepeda bakal kena pajak lagi huehuehue