Crinoidea, Ciri-ciri dan Manfaatnya Bagi Manusia

Reading Time: < 1 minute

Crinoidea adalah salah satu anggota filum Echinodermata. Hewan ini biasanya disebut dengan lili laut atau bintang bulu.

Sebagian besar crinoidea hidup di perairan dalam dan beberapa spesies hidup di laut dangkal, seperti terumbu karang. Adapun ukuran dimensinya tidak melebihi 40 cm dengan berbagai warna yang cantik dan mengesankan.

Bentuk hewan ini mirip seperti tanaman. Habitatnya berada di pantai hingga kedalaman 12.000 kaki.

Ciri-ciri Crinoidea

Berikut adalah cici-ciri atau karakteristik Crinoidea, yaitu:

• Badan terdiri atas calyk dan lima radii:
• Dinding calyk disebelah aboral disebut theca dan mengandung lamina centralis, ossicula infrabasalia, ossicula basalia dan ossicula radialia; pada yang tidak bertangkai lamina centralis dan ossicula infrabasalia menjadi discuss centralis dan ossicula basalia bersatu menjadi rosette
• Dinding disebelah oral disebut tegmen dan hanya mengandung spicula
• Tidak ada spinae dan pedicellariae
• Skeleton di dalam radii disebut ossicula brachialia
• Tiap radius bercabang dua; tiap cabang memberi cabang-cabang yang disebut pinnulae;
• Ada sulcus ambulacralis pada dataran oral radii;
• Podia tidak mempunyai batil penghisap dan ampulla;
• Tidak ada canalis madreporicus; ia digantii oleh diverticula yang terdapat pada canalis circumoralis dan bermuara kedalam celom;
• Tidak ada madreporit; ia diganti oleh pori di dalam tegmen;
• Anus terdapat pada dataran oral, ditepi, interradial, pada suatu papilla;
• Gonades terdapat didalam pinnulae;
• Pada mereka yang dapat bergerak bebas di radii, pada dataran aboral berpangkal cirri dengan mana mereka dapat memegang sesuatu yang tetap;
• Larva berbentuk sebagai tong dengan 4 baris cilia yang berjalan transversal dan pada satu ujung terdapat satu lobus preoralis; juga crinoidea yang dapat bergerak bebas dan mempunyai cirri melalui suatu stadium larva yang bertangkai ialah stadium larva pentacrinus; tangkai ini trjadi dari lobus preoralis.

Adapun manfaat dari hewan ini menurut penelitian bisa digunakan sebagai bahan baku untuk farmasi dan juga pangan, karena secara fungsional memiliki kandungan antioksidan.

NgajiGalileo

Recent Posts

Konsep Pembangunan Berwawasan Lingkungan dan Berkelanjutan

Ah Mubin Masduqi, S.Si. M.Ling Pembangunan ekonomi yang pesat sering kali memberikan tekanan signifikan terhadap…

1 hari ago

Bencana yang Bisa Diperkecil: Membaca Resiko dari Data, Kapasitas Negara, dan Pengetahuan Masyarakat

Oleh: M. Izzuddin Bencana sering kali diperlakukan sebagai sesuatu yang datang tiba-tiba. Ketika banjir datang,…

6 hari ago

Muktamar Para Santri

Hadi Prayitno - Kader PMII Rayon Galileo (2000) Saya baru dua kali menghadiri Muktamar NU:…

7 hari ago

Muktamar dan Nasi Empok

Oleh Mustakim – Pengurus IKAPMII Galileo Muktamar, forum tertinggi Pemgurus Besar Nahdlatul Ulama' (PBNU). Konsolidasi…

2 minggu ago

PMII Galileo: Menapak Jejak, Menyemai Mimpi

Oleh Hadi Prayitno – Kader PMII Rayon Galileo (2000) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon…

2 minggu ago

Wiwin Maisyaroh: Jejak Ketum IKAPMII GALILEO

Dr. Wiwin Maisyaroh, M.Si. adalah seorang biologi konservasi yang menulis buku Pemanfaatan Tumbuhan Liar dalam…

1 bulan ago