Sejarah Muktamar Nahdlatul Ulama: Perjalanan Muktamar XI–XXIII (Bagian 2)

Reading Time: 4 minutes

Memasuki pertengahan dekade 1930-an, Nahdlatul Ulama (NU) menghadapi perubahan sosial dan politik yang sangat dinamis. Situasi dunia yang mengarah pada Perang Dunia II, pendudukan Jepang di Indonesia, perjuangan mempertahankan kemerdekaan, hingga pergantian sistem pemerintahan nasional memberikan pengaruh besar terhadap perjalanan organisasi.

Pada periode ini, Muktamar Nahdlatul Ulama tidak hanya membahas persoalan keagamaan, tetapi juga berperan dalam merumuskan sikap organisasi terhadap berbagai persoalan kebangsaan. Para ulama NU terus berupaya menjaga keseimbangan antara nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah dengan kepentingan bangsa Indonesia yang sedang berkembang.

Buat Anda yang belum membaca artikel sebelumnya terkait sejarah muktamar NU, silahkan klik Perjalanan Muktamar I hingga Muktamar Terbaru (Bagian 1).

Muktamar XI Nahdlatul Ulama (1936)

Muktamar XI diselenggarakan ketika Indonesia masih berada di bawah pemerintahan kolonial Belanda. Perhatian utama organisasi mulai diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan Islam serta pembinaan masyarakat pesantren.

Keputusan Penting

  • Memperkuat konsolidasi organisasi di seluruh wilayah Hindia Belanda.
  • Meningkatkan kualitas pendidikan pesantren.
  • Mengembangkan kegiatan dakwah yang lebih terorganisasi.
  • Memperkuat forum Bahtsul Masail sebagai wadah penyelesaian persoalan fikih.

Muktamar ini memperlihatkan semakin kuatnya posisi NU sebagai organisasi keagamaan yang memiliki jaringan nasional.

Muktamar XII Nahdlatul Ulama (1937)

Perkembangan organisasi yang semakin pesat mendorong perlunya penyempurnaan tata kelola organisasi.

Keputusan Penting

  • Penyempurnaan administrasi organisasi.
  • Penguatan peran ulama dalam membina masyarakat.
  • Pengembangan pendidikan formal dan nonformal berbasis pesantren.
  • Peningkatan koordinasi antar-cabang NU.

Muktamar XIII Nahdlatul Ulama (1938)

Muktamar XIII berlangsung ketika situasi politik internasional semakin memanas menjelang Perang Dunia II.

Keputusan Penting

  • Penguatan ukhuwah Islamiyah.
  • Peningkatan pembinaan kader muda NU.
  • Perluasan dakwah Islam di berbagai daerah.
  • Penguatan kegiatan sosial kemasyarakatan.

NU mulai mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi perubahan zaman.

Muktamar XIV Nahdlatul Ulama (1939)

Pada muktamar ini, perhatian organisasi mulai tertuju pada kondisi sosial masyarakat yang dipengaruhi situasi global.

Keputusan Penting

  • Memperkuat ketahanan organisasi.
  • Meningkatkan pelayanan sosial kepada masyarakat.
  • Mengembangkan lembaga pendidikan Islam.
  • Menegaskan pentingnya persatuan umat.

Masa Pendudukan Jepang (1942–1945)

Selama masa pendudukan Jepang, aktivitas organisasi masyarakat mengalami berbagai pembatasan. Pelaksanaan muktamar tidak dapat berlangsung secara normal karena situasi perang.

Namun demikian, para ulama NU tetap aktif membina masyarakat melalui pesantren, pendidikan agama, serta menjaga semangat perjuangan bangsa.

Pada masa inilah KH. Hasyim Asy’ari tetap menjadi tokoh sentral yang memberikan arah perjuangan umat Islam.

Muktamar XV Nahdlatul Ulama (1940-an Pasca Kemerdekaan)

Setelah Indonesia merdeka, NU kembali mengadakan forum nasional untuk melakukan konsolidasi organisasi.

Keputusan Penting

  • Mendukung penuh kemerdekaan Republik Indonesia.
  • Memperkuat peran ulama dalam mempertahankan negara.
  • Mengembangkan pendidikan Islam.
  • Mempererat hubungan antara NU dan pemerintah Republik Indonesia.

Semangat nasionalisme menjadi salah satu tema utama dalam muktamar periode awal kemerdekaan.

Resolusi Jihad dan Peran NU

Walaupun bukan merupakan hasil muktamar, periode ini tidak dapat dipisahkan dari lahirnya Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 yang diprakarsai oleh KH. Hasyim Asy’ari.

Resolusi tersebut menyerukan kewajiban mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman penjajah dan menjadi salah satu faktor penting dalam perjuangan rakyat Indonesia menjelang Pertempuran Surabaya.

Nilai perjuangan tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam setiap perjalanan organisasi NU.

Muktamar XVI Nahdlatul Ulama

Memasuki masa Demokrasi Parlementer, NU semakin berkembang sebagai organisasi keagamaan sekaligus memiliki pengaruh dalam kehidupan politik nasional.

Keputusan Penting

  • Penguatan pendidikan Islam.
  • Pembinaan kader ulama.
  • Pengembangan lembaga sosial.
  • Penyempurnaan tata kelola organisasi.

Muktamar XVII Nahdlatul Ulama

Pada periode ini, NU terus memperluas jaringan organisasi hingga pelosok Indonesia.

Keputusan Penting

  • Peningkatan kualitas dakwah.
  • Penguatan ekonomi umat.
  • Pengembangan koperasi warga NU.
  • Pembahasan berbagai persoalan fikih kontemporer.

Muktamar XVIII Nahdlatul Ulama

Muktamar XVIII menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi setelah berbagai dinamika politik nasional.

Keputusan Penting

  • Penguatan struktur kepengurusan.
  • Peningkatan pendidikan pesantren.
  • Pembinaan generasi muda.
  • Penguatan kegiatan sosial masyarakat.

Muktamar XIX Nahdlatul Ulama

Pada periode ini NU semakin aktif memberikan kontribusi terhadap pembangunan nasional.

Keputusan Penting

  • Pengembangan pendidikan tinggi Islam.
  • Penguatan dakwah berbasis masyarakat.
  • Peningkatan kualitas kader organisasi.
  • Penyempurnaan program pemberdayaan umat.

Muktamar XX Nahdlatul Ulama

Memasuki dekade 1960-an, dinamika politik nasional semakin kompleks.

Keputusan Penting

  • Meneguhkan komitmen terhadap persatuan bangsa.
  • Penguatan pendidikan keagamaan.
  • Pembinaan organisasi hingga tingkat daerah.
  • Penyempurnaan sistem kaderisasi.

Muktamar XXI Nahdlatul Ulama

Situasi politik nasional yang terus berubah menuntut NU untuk menjaga stabilitas organisasi.

Keputusan Penting

  • Penguatan ukhuwah nasional.
  • Pengembangan lembaga pendidikan.
  • Pembinaan organisasi secara berjenjang.
  • Penguatan pelayanan umat.

Muktamar XXII Nahdlatul Ulama

Muktamar XXII menjadi forum evaluasi terhadap perkembangan organisasi yang semakin besar.

Keputusan Penting

  • Pengembangan dakwah berbasis masyarakat.
  • Peningkatan kualitas pendidikan.
  • Penguatan lembaga ekonomi NU.
  • Pembinaan kader kepemimpinan.

Muktamar XXIII Nahdlatul Ulama (1967)

Muktamar XXIII berlangsung pada masa transisi menuju Orde Baru.

Keputusan Penting

  • Konsolidasi organisasi pasca perubahan politik nasional.
  • Penguatan independensi organisasi keagamaan.
  • Pembinaan pesantren sebagai pusat pendidikan Islam.
  • Penguatan pelayanan sosial dan dakwah.

Muktamar ini menjadi jembatan penting menuju fase baru perkembangan Nahdlatul Ulama pada era Orde Baru yang kemudian melahirkan berbagai keputusan strategis pada muktamar-muktamar berikutnya, termasuk keputusan monumental Kembali ke Khittah 1926 pada Muktamar XXVII.

Penutup Bagian 2

Perjalanan Muktamar XI hingga XXIII memperlihatkan bagaimana Nahdlatul Ulama mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penjajahan, perang, perjuangan mempertahankan kemerdekaan, hingga perubahan sistem politik nasional. Pada periode ini, NU tidak hanya berfungsi sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga menjadi pilar penting dalam menjaga persatuan bangsa, mengembangkan pendidikan Islam, serta memperkuat peran pesantren sebagai pusat pembinaan umat.

Periode ini menjadi fondasi bagi transformasi besar NU pada era Orde Baru dan Reformasi yang akan dibahas pada Bagian 3, termasuk Muktamar XXIV hingga Muktamar XXXIV, keputusan Kembali ke Khittah 1926, perkembangan kepemimpinan PBNU, serta tantangan NU dalam menghadapi abad kedua keberadaannya.

Daftar Pustaka

  • Asy’ari, Hasyim. Ma’al Khutbatain (Khutbah Pertama pada Muktamar XVII Nahdlatul Ulama). Surabaya: Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
  • Bruinessen, Martin van. 1994. NU: Tradisi, Relasi-Relasi Kuasa, Pencarian Wacana Baru. Yogyakarta: LKiS.
  • Feillard, Andrée. 1999. NU vis-à-vis Negara: Pencarian Isi, Bentuk, dan Makna. Yogyakarta: LKiS.
  • Ismail, Faisal. 1997. Paradigma Kebudayaan Islam: Studi Kritis dan Refleksi Historis. Yogyakarta: Titian Ilahi Press.
  • Noer, Deliar. 1982. Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900–1942. Jakarta: LP3ES.
  • Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Verslag Congres Nahdlatoel Oelama yang Ke-15 di Kota Soerabaja. Surabaya: PBNU.
  • Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Notulen Verslag Sementara Mu’tamar Nahdlatul Ulama ke-20 di Surabaya. Surabaya: PBNU.
  • Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Al-Masail Satabhats fi al-Muktamar al-Tsalits ‘Asyr li Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Jakarta: PBNU.
  • Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Kembali ke Khittah 1926: Hasil Keputusan Muktamar ke-27 Nahdlatul Ulama. Jakarta: PBNU.
  • Saifuddin Zuhri. 2013. Guruku Orang-Orang dari Pesantren. Yogyakarta: LKiS.
  • Tim Penyusun PBNU. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama. Jakarta: Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
  • Nahdlatul Ulama. Fragmen-fragmen Muktamar NU dari Era Kolonial hingga Milenial. Jakarta: NU Online.
  • Nahdlatul Ulama. Arsip Perpustakaan PBNU: Dokumen, Notulen, dan Keputusan Muktamar Nahdlatul Ulama. Jakarta: Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
NgajiGalileo

Recent Posts

Sejarah Muktamar Nahdlatul Ulama: Perjalanan Muktamar I hingga Muktamar Terbaru (Bagian 1)

Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam…

4 hari ago

Pendidikan Hari Ini! Ngaji Galileo #9

Pendidikan bukan sekadar proses belajar di ruang kelas, tetapi ruang untuk membentuk cara berpikir, memanusiakan…

2 bulan ago

Masa Depan Petani Buram atau Cerah? – Ngaji Galileo#8

Indonesia lahir dengan identitas yang melekat kuat sebagai Negara Agraris. Sejarah mencatat bahwa kemandirian bangsa…

3 bulan ago

Menembus Dimensi Quantum: Analisis Saintifik Fenomena Lailatul Qadar dan Transformasi Energi Semesta

Lailatul Qadar, atau "Malam Ketetapan", merupakan fenomena spiritual paling signifikan dalam kalender Islam. Al-Qur'an mendeskripsikannya…

5 bulan ago

Skema Pembekuan Darah Pada Manusia

Reading Time: 3 minutes Bagaimana tubuh kita menghentikan pendarahan saat terluka? Simak penjelasan mendalam mengenai…

5 bulan ago

Bencana, Buah Narasi Kekuasaan dengan Citra Media

Bencana seringkali hadir dalam percakapan harian kita sebagai ‘tamu tak diundang’ yang menyebalkan, atau barangkali…

6 bulan ago