Pendidikan Nyata di Organisasi Melalui Pengetahuan, Aksi dan Ketulusan

Reading Time: 3 minutes

Oleh: Ibnu Daawawin

Perjalanan mencari ilmu merupakan upaya kita untuk mengetahui sesuatu yang belum kita ketahui. Ilmu bukan hanya diperoleh dengan cara membaca buku, belajar di kelas, ataupun mendengarkan guru. salah satu jalan mencari ilmu yang terasa manfaat nya ialah mengikuti organisasi. Karena dengan mengikuti nya, secara langsung kita mempraktikan ilmu yang diperoleh dan mengetahui banyak hal. Berorganisasi juga melatih diri kita sebagai mahasiswa untuk menjadi pribadi yang tidak gugup dan merasa rendah ketika kita terjun di masyarakat. Teringat ucapan ayah saya yang menjadi pegangan saya dalam hidup. “lee, intinya ilmu, amal, dan ikhlas itu samean pegang.“

Tiga pesan beliau telah mencakup semua dalam proses berorganisasi. Ketika kita jabarkan lagi, bahwa berorganisasi menjadi salah satu tempat untuk kita belajar. Ilmu yang diperoleh dalam organisasi, tidak jauh dengan kehidupan sehari hari. Seperti belajar cara bersosialisi dan berkomunikasi yang baik, memahami karakter setiap individu, menyelesaikan permasalahan, dan menyusun atau mengelola berbagai rancangan untuk mencapai tujuan. Hal ini seusai dengan pilar pilar utama UIN Malang salah satunya yakni, mahasiswa perlu memiliki keluasan ilmu. Yang dimaksud dari pilar tersebut, yakni mahasiswa tidak hanya belajar tentang ilmu sains, agama, sejarah tetapi, mahasiswa dilatih untuk belajar bagaimana memadukan itu semua dengan inovasi, diskusi dan beripikir kritis. Organisasi memiliki peran untuk melatih mahasiswa dalam hal tersebut. Tetapi semua itu tergantung pada cara menyikapi nya masing masing.

Ketika sudah mempelajari ilmu tersebut, lantas bagaimana kelanjutannya? Apakah ilmu hanya untuk diri sendiri? Atau untuk diri sendiri dan orang lain?

Jawabnya, ilmu yang baik itu harus di amalkan. Sesuai dengan perkataan imam Ghozali yang berbunyi

العلم بلا عمل كالشجر بلا ثمر

“bahwa ilmu tanpa amal, bagaikan pohon tak berbuah.“

Dalam organisasi itu pasti memiliki keterkaitan dengan sekelompok manusia, visi misi, dan tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan ilmu ilmu yang menunjang dalam pelaksanaan nya. Bentuk dari tercapainya pelaksanaan, dibutuhkan pengamalan yang harus diterapkan. Di sinilah mahasiswa berperan sebagai pengamal ilmu, menerapkan apa yang dipelajari, tidak hanya di dalam organisasi, tetapi juga di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar

Karena memang indikator manusia yang baik itu

ﺧﯿﺮ اﻟﻨﺎس أﻧﻔﻌﮭﻢ ﻟﻠﻨﺎس

“Sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain.“

Tetapi itu semua terasa manfaat nya bila disertai dengan sikap yang baik. Pengamalan ilmu di organisasi ini juga sesuai dengan pilar utama UIN Malang yang berbunyi kematangan professional. Mahasiswa yang berorganisasi, akan mengamalkan ilmu ilmu yang di milikinya seperti desain, fotografer, public speaking, atau kepemimpinan. Hal ini akan meningkatkan ilmu yang dimiliki mahasiswa itu sendiri, sehingga tidak hanya matang secara akademis, tetapi matang dalam profesi nya masing masing.

Ketika semua sudah telaksankan, tentu harus dilandasi keikhlasan dalam menjalankannya. Ikhlas menjadi pondasi paling utama dalam melaksanakan semua kegiatan. Karena semua perbuatan yang dilandasi dengan keikhlasan, maka akan timbul rasa semangat dan istiqomah dalam menjalankannya tanpa perlu pujian dari siapapun.

Salah satu 4 pilar utama UIN Malang yaitu keluhuran akhlak. Ikhlas menjadi pilar utama UIN Malang karena merupakan upaya dalam mewujudkan keluhuran akhlak. Dalam berorganisasi, mahasiswa dilatih untuk ikhlas, karena hal tersebut menjadi penentu untuk mewujudkan organisasi itu baik atau tidak. Peran mahasiswa dalam penerapan ikhlas di organisasi yaitu mahasiswa merelakan tenaga, pikiran, hingga finansialnya untuk tujuan baik. Mengapa harus ikhlas?. Sesuai dengan perkataan Ibnu Qoyim yang berbunyi

اﻷَْﻋْﻤَﺎلُ ﻛَﺎﻷَْﺷْﺒَﺎحِ، وَرُوﺣُﮭَﺎ اﻹِْﺧْﻼَصُ

“Amal itu bagaikan jasad, dan ruhnya adalah ikhlas.“

Semua perbuatan tanpa keikhlasan, akan sia sia di mata Allah SWT. Maka dari itu, di UIN Malang khususnya di organisasi, mahasiswa dilatih untuk menerapkan sifat ikhlas. Karena sebagai mahasiswa penerus bangsa, sifat ikhlas menjadi sangat penting untuk menentukan arah yang sebenernya. Tak hanya itu saja, Ketika amal saja tanpa dilandasi dengan keikhlasan, maka akan muncul keinginan untuk dipuji dan disanjung.

Pada intinya, berorganisasi menjadi wadah untuk belajar, mengamalkan, dan menerapkan keikhlasan khususnya bagi mahasiswa. Karena sebagai penerus bangsa, kita harus mencari ilmu, kemudian menebarkan manfaat dengan dilandasi keikhlasan. Ibnu Daawawin-Mahasiswa Baru Prodi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Al-Syakhsiyyah)

NgajiGalileo

Recent Posts

Terus Belajar Ditengah Berbagai Kenyataan

Oleh: M. Izzuddin Ada masa ketika saya membuka kembali catatan-catatan lama dan menemukan banyak hal…

3 minggu ago

Membangun dari Dalam, Mencerahkan Kemudian

Catatan Kaderisasi: Al Muiz Liddinillah Tren dan pola kepemimpinan atau organisasi senantiasa mengalami perubahan. Perubahan…

1 bulan ago

Konsep Pembangunan Berwawasan Lingkungan dan Berkelanjutan

Ah Mubin Masduqi, S.Si. M.Ling Pembangunan ekonomi yang pesat sering kali memberikan tekanan signifikan terhadap…

2 bulan ago

Bencana yang Bisa Diperkecil: Membaca Resiko dari Data, Kapasitas Negara, dan Pengetahuan Masyarakat

Oleh: M. Izzuddin Bencana sering kali diperlakukan sebagai sesuatu yang datang tiba-tiba. Ketika banjir datang,…

2 bulan ago

Muktamar Para Santri

Hadi Prayitno - Kader PMII Rayon Galileo (2000) Saya baru dua kali menghadiri Muktamar NU:…

2 bulan ago

Muktamar dan Nasi Empok

Oleh Mustakim – Pengurus IKAPMII Galileo Muktamar, forum tertinggi Pemgurus Besar Nahdlatul Ulama' (PBNU). Konsolidasi…

2 bulan ago