Jokes Indra Frimawan Ngeselin, Tapi Lucu Parah Sob
Jokes Indra Frimawan emang gokil abiss. Apalagi kalo gaya deadpan udah keluar, pastinya bikin stand up-nya pecah dan lucu parah. Kalo sudah begitu, penonton Indra selalu hepi dan tertawa terus sampai ngakak terpingkal-pingkal.
Di samping itu, materi Indra Frimawan selalu penuh teka-teki. So, jangan ketawa dulu sob, coba selami arti kata kata Indra Frimawan hingga tuntas, dan endingnya wow mind blowing.
Jadi gak salah kalo Indra Frimawan mendapat sebutan Master Mind Blowing Indonesia. Jokes absurd yang ia lontarkan senantiasa kocak, lucu dan tidak mudah ditebak.
Kata-kata Indra Frimawan tentang cinta, kehidupan, agama, sarung dan masih banyak yang menarik lainnya. Lebih jelasnya, yuk simak jokes Indra Frimawan sebagai berikut.
Jokes Indra Frimawan Tentang Kacamata
Penggemar Indra Frimawan pastinya sudah tahu jokes mengenai kacamata. Namun, bagi kamu yang belum tahu. Tenang sob, ini dia ceritanya.
Saat itu, Indra sedang tampil stand up comedy di hadapan raja Desta, dan teman-temannya yaitu Vincent dan Enzy. Kemudian, setelah menyapa ketiganya, Indra Frimawan melepas kacamata sambil menunduk mencari-cari sesuatu.
Sontak saja, raja dan teman-temannya merespon, “lagi cari apa?“
“Pandangan saya kabur.” Jawab Indra Frimawan.
Dari situ, semua langsung ketawa, sambil bingung dan berucap; “kabur kemana!, bisa gitu ya”.
Itu baru materi pembukaan lhoo, tapi udah lucu dan absurd banget, kan!
Materi Indra Frimawan
Setiap materi yang dibawakan Indra Frimawan memang membuat kita selalu berpikir. Baik itu tema tentang cinta, kehidupan, sarung, dan pastinya berakhir dengan kelucuan yang tak terpikirkan. Absurd dek pokoknya, kayak materi ini:
“Dulu, waktu SMA, kan! Anak-anak cewek di sekolah saya suka sama anak band. Apalagi sama cowok yang suka main gitar. Tapi dulu saya gak bisa main gitar. Jadi saya ke sekolah itu pakai celana biru, baju merah, rambut warna ungu, sepatu putih. Gak pa2 gak bisa main gitar, yang penting ngejreng.”
Akhir kata
Sekian jokes Indra Frimawan yang bisa ngajigalileo berikan. Semoga kamu terhibur dan selalu bahagia terus sampai kapan pun. Salam ngakak
Recent Posts
Bencana yang Bisa Diperkecil: Membaca Resiko dari Data, Kapasitas Negara, dan Pengetahuan Masyarakat
Oleh: M. Izzuddin Bencana sering kali diperlakukan sebagai sesuatu yang datang tiba-tiba. Ketika banjir datang,…
Muktamar Para Santri
Hadi Prayitno - Kader PMII Rayon Galileo (2000) Saya baru dua kali menghadiri Muktamar NU:…
Muktamar dan Nasi Empok
Oleh Mustakim – Pengurus IKAPMII Galileo Muktamar, forum tertinggi Pemgurus Besar Nahdlatul Ulama' (PBNU). Konsolidasi…
PMII Galileo: Menapak Jejak, Menyemai Mimpi
Oleh Hadi Prayitno – Kader PMII Rayon Galileo (2000) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon…
Wiwin Maisyaroh: Jejak Ketum IKAPMII GALILEO
Dr. Wiwin Maisyaroh, M.Si. adalah seorang biologi konservasi yang menulis buku Pemanfaatan Tumbuhan Liar dalam…
Sejarah Muktamar Nahdlatul Ulama: Perjalanan Muktamar XI–XXIII (Bagian 2)
Memasuki pertengahan dekade 1930-an, Nahdlatul Ulama (NU) menghadapi perubahan sosial dan politik yang sangat dinamis.…
View Comments