Categories: News

Kuliner: Pecel Khas Bojonegoro

Reading Time: 2 minutes

Menu makanan yang sangat beragam memiliki daya tarik tersendiri serta memiliki penggemar masing–masing, banyaknya para penikmat kuliner membuat para penyaji/penjual kuliner terus berinovasi menyesuaikan kebutuhan penikmatnya.

Kabupaten Bojonegoro melalui Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2013 menerbitkan buku berjudul  “Kumpulan Menu dan Resep Lomba Cipta Menu Penganekaragaman Pangan 2013” pada beberapa tulisan berikutnya akan disajikan beberapa menu yang berasal dari buku tersebut, di antaranya adalah “Pecel Bojonegoro Matoh”.

Kuliner pecel memanglah sangat familiar bagi masyarakat Indonesia tidak terkecuali masyarakat Bojonegoro, makanan yang sering disajikan rata-rata dipagi hari oleh rumah makan maupun pedagang kaki lima ini memanglah memiliki cita rasa yang khas.

Penikmat pecel pun beraneka ragam, hampir disemua usia, profesi menyukai menu yang satu ini, menu pecel Bojonegoro Matoh akan lebih nikmat jika dimakan dengan lauk peyek dan tempe goreng yang masih hangat, serta akan lebih nikmat dinikmati di pematang persawahan khas pedesaan.

Untuk menikmati masakan pecel tidaklah sulit, biasanya disajikan oleh pedagang nasi pecel dipagi hari dipinggir jalan, ataupun dibeberapa rumah makan, harganya yang terjangkau berkisar Rp 4.000 sampai dengan Rp. 12.000.

Tips Membuat Pecel Bojonegoro

Berikut ini tips jika hendak membuat masakan pecel Bojonegoro Matoh sendiri di rumah:

Bahan bahan yang dibutuhkan :

  • 75 gram taoge, rebus
  • 100 gram kol, iris tipis, rebus
  • 150 gram pepaaya muda, serut kasar, rebus
  • 50 gram kenikir, rebus
  • 50 gram bayam, rebus
  • 5 buah bunga turi, rebus
  • 50 gram petai
  • 1 ikat daun kemangi, ambil daunya
  • 250 ml air matang

Bahan Kuah Pecel :

  • 100 gram kacang tanah, goreng sampai matang
  • 2 buah cabai merah rebus
  • 3 buah cabai rawit rebus
  • 5 cm kencur
  • 3 Ibr daun jeruk purut
  • ½  sendok terasi goreng
  • 1 sendok gula merah
  • 1 sendok asam jawa

Cara membuat :

  • Haluskan bahan kuah pecel, tambahkan air matang, aduk sampai rata.
  • Tata nasi di atas piring dan susun sayuran rebus, siram dengan kuah pecel, taburkan petai di atasnya. 3. Sajikan dengan tempe bacem, taburan daun kemangi dan kerupuk puli. (Mubin)
NgajiGalileo

Recent Posts

Konsep Pembangunan Berwawasan Lingkungan dan Berkelanjutan

Ah Mubin Masduqi, S.Si. M.Ling Pembangunan ekonomi yang pesat sering kali memberikan tekanan signifikan terhadap…

5 jam ago

Bencana yang Bisa Diperkecil: Membaca Resiko dari Data, Kapasitas Negara, dan Pengetahuan Masyarakat

Oleh: M. Izzuddin Bencana sering kali diperlakukan sebagai sesuatu yang datang tiba-tiba. Ketika banjir datang,…

4 hari ago

Muktamar Para Santri

Hadi Prayitno - Kader PMII Rayon Galileo (2000) Saya baru dua kali menghadiri Muktamar NU:…

5 hari ago

Muktamar dan Nasi Empok

Oleh Mustakim – Pengurus IKAPMII Galileo Muktamar, forum tertinggi Pemgurus Besar Nahdlatul Ulama' (PBNU). Konsolidasi…

1 minggu ago

PMII Galileo: Menapak Jejak, Menyemai Mimpi

Oleh Hadi Prayitno – Kader PMII Rayon Galileo (2000) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon…

2 minggu ago

Wiwin Maisyaroh: Jejak Ketum IKAPMII GALILEO

Dr. Wiwin Maisyaroh, M.Si. adalah seorang biologi konservasi yang menulis buku Pemanfaatan Tumbuhan Liar dalam…

1 bulan ago