BCIs, Teknologi Menghubungkan Otak Manusia Langsung ke Komputer

Reading Time: 2 minutes

Sebentar lagi teknologi super seperti pada karya fiksi bisa menjadi kenyataan, di mana para meneliti BrainGate telah mendemonstrasikan penggunaan pemancar nirkabel yang mampu mengirimkan sinyal saraf bandwidth tinggi kepada manusia.

Teknologi ini memungkinkan orang dengan kendala kesehatan seperti kelumpuhan dapat mengetik di layar komputer hanya dengan berpikir saja tentang menggerakkan tubuh mereka. Teknologi ini dinamakan Brain-Computer Interfaces (BCIs).

Dalam penelitiannya, peserta uji klinis BrainGate dengan tetraplegia telah mendemonstrasikan penggunaan BCI nirkabel intrakortikal dengan pemancar nirkabel eksternal.

Teknologi tersebut mampu mentransmisikan sinyal otak pada resolusi neuron tunggal dan dalam kesetiaan broadband penuh tanpa secara fisik mengikat pengguna ke sistem decoding. Kabel tradisional diganti dengan pemancar kecil berukuran sekitar 2 inci dalam dimensi terbesarnya dan beratnya sedikit di atas 1,5 ons.

Pada unit yang dikembangkan itu berada di atas kepala pengguna dan terhubung ke rangkaian elektroda di dalam korteks motorik otak menggunakan port yang sama yang digunakan oleh sistem kabel.

Peserta uji klinis dengan kelumpuhan mencoba menggunakan teknologi BrainGate dengan pemancar nirkabel untuk mengarahkan, mengklik, dan mengetik di komputer tablet standar.

Hal itu menunjukkan bahwa sistem nirkabel mengirimkan sinyal dengan ketepatan yang hampir sama dengan sistem kabel, dan peserta mencapai akurasi titik-dan-klik dan kecepatan mengetik yang serupa.

Menurut John Simeral, asisten profesor teknik (penelitian) di Brown University, anggota BrainGate, mengatakan”Kami telah mendemonstrasikan bahwa sistem nirkabel ini secara fungsional setara dengan sistem kabel yang telah menjadi standar emas dalam kinerja BCI selama bertahun-tahun.”

Lebih lanjut ia juga mengungkapkan “Sinyal direkam dan ditransmisikan dengan ketepatan yang serupa, yang berarti kami dapat menggunakan algoritme decoding yang sama yang kami gunakan dengan peralatan berkabel. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa orang tidak lagi perlu secara fisik ditambatkan ke peralatan kami, yang membuka kemungkinan baru di istilah tentang bagaimana sistem dapat digunakan.”

Para peneliti mengatakan bahwa studi tersebut merupakan langkah awal namun penting menuju tujuan utama dalam penelitian BCI: sistem intrakortikal yang dapat ditanamkan sepenuhnya yang membantu memulihkan kemandirian bagi orang-orang yang kehilangan kemampuan untuk bergerak.

Sementara perangkat nirkabel dengan bandwidth lebih rendah telah dilaporkan sebelumnya, ini adalah perangkat pertama yang mengirimkan spektrum penuh sinyal yang direkam oleh sensor intracortical. Sinyal nirkabel broadband tinggi memungkinkan penelitian klinis dan ilmu saraf dasar manusia yang jauh lebih sulit dilakukan dengan BCI berkabel.

Sumber bacaan : https://www.sciencedaily.com/releases/2021/04/210401112415.htm

NgajiGalileo

Recent Posts

Konsep Pembangunan Berwawasan Lingkungan dan Berkelanjutan

Ah Mubin Masduqi, S.Si. M.Ling Pembangunan ekonomi yang pesat sering kali memberikan tekanan signifikan terhadap…

1 hari ago

Bencana yang Bisa Diperkecil: Membaca Resiko dari Data, Kapasitas Negara, dan Pengetahuan Masyarakat

Oleh: M. Izzuddin Bencana sering kali diperlakukan sebagai sesuatu yang datang tiba-tiba. Ketika banjir datang,…

5 hari ago

Muktamar Para Santri

Hadi Prayitno - Kader PMII Rayon Galileo (2000) Saya baru dua kali menghadiri Muktamar NU:…

7 hari ago

Muktamar dan Nasi Empok

Oleh Mustakim – Pengurus IKAPMII Galileo Muktamar, forum tertinggi Pemgurus Besar Nahdlatul Ulama' (PBNU). Konsolidasi…

2 minggu ago

PMII Galileo: Menapak Jejak, Menyemai Mimpi

Oleh Hadi Prayitno – Kader PMII Rayon Galileo (2000) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon…

2 minggu ago

Wiwin Maisyaroh: Jejak Ketum IKAPMII GALILEO

Dr. Wiwin Maisyaroh, M.Si. adalah seorang biologi konservasi yang menulis buku Pemanfaatan Tumbuhan Liar dalam…

1 bulan ago