Fungi: Pengertian, Reproduksi, dan Klasifikasi Jamur

Share artikel ini

Reading Time: 2 minutes

Fungi atau jamur ini merupakan kerajaan organisme eukariotik multiseluler yang bersifat heterotrof (tidak dapat membuat makanan sendiri) dan memiliki peran penting dalam siklus nutrisi dalam suatu ekosistem.

Jamur bereproduksi secara seksual dan aseksual. Jamur juga memiliki asosiasi simbiosis dengan plantae maupun protista. Ilmu yang mempelajari mengenai fungi atau jamur ini disebut dengan mikologi.

Adapun karakter dari beberapa jamur adalah bersel tunggal, sementara yang lain multiseluler. Jamur bersel tunggal ini umumnya disebut dengan ragi.

Sel jamur memiliki nukleus dan organel, seperti sel tumbuhan dan hewan. Dinding sel jamur mengandung kitin, yang merupakan zat keras yang juga ditemukan pada eksoskeleton serangga dan artropoda seperti krustasea. Namun jamur tidak mengandung selulosa, yang biasanya membentuk dinding sel tumbuhan.

Baca Juga:   Pengertian, Ciri-ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)

Reproduksi Jamur

Kebanyakan fungi dapat bereproduksi melalui reproduksi seksual dan aseksual. Reproduksi aseksual terjadi melalui pelepasan spora atau melalui fragmentasi miselium, yaitu ketika miselium terpisah menjadi beberapa bagian yang tumbuh secara terpisah.

Dalam reproduksi seksual, individu yang berbeda menggabungkan hifa mereka bersama. Siklus hidup yang tepat tergantung pada spesiesnya, tetapi umumnya jamur multiseluler memiliki tahap haploid (di mana mereka memiliki satu set kromosom), tahap diploid, dan tahap dikariotik di mana mereka memiliki dua set kromosom tetapi set tetap terpisah.

Semua jamur berkembang biak dengan menggunakan spora. Spora adalah sel mikroskopis atau kelompok sel yang menyebar dari jamur induknya, biasanya melalui angin atau air.

Baca Juga:   Mengenal Plantae dan Ciri-cirinya

Spora dapat menjadi tidak aktif untuk waktu yang lama sampai kondisinya mendukung untuk pertumbuhan.

Hal itu merupakan adaptasi dari oportunisme; dengan ketersediaan sumber makanan yang terkadang tidak dapat diprediksi, spora dapat menjadi tidak aktif sampai mereka dapat menjajah sumber makanan baru. Jamur menghasilkan spora melalui reproduksi seksual dan aseksual.

Klasifikasi Jamur

Zygomycota

Zygomycota merupakan jamur yang bentuk sporanya berdinding tebal. Ciri-ciri jamur ini adalah hifa tidak bersekat dan mempunyai beberapa inti (koenositik), reproduksi seksual dan aseksual, terdapat rhizoid.

Kelompok zygomycota dapat berkembang biak baik secara seksual maupun aseksual. Contoh: Rhizopus stolonifer (tumbuh di roti), Rhizophus oryzae (jamur tempe).

Ascomycota

Ascomycota adalah kelompok fungi yang hifanya bersekat, dan di tiap sel hifanya berinti satu. Salah satu keunikan dari kelompok ini adalah, terdapat alat pembentuk spora yang disebut askus.

Baca Juga:   Mengenal Logika Deduktif dan Logika Induktif

Ascomycota dapat berkembang biak baik secara seksual maupun aseksual. Contoh: Saccharomyces cerevisiae (ragi), Penicillium sp, dan Aspergillus sp

Basidiomycota

Basidiomycota adalah jamur yang hidupnya sebagai saprofit (tinggal dengan inang berupa makhluk hidup yang sudah mati) dan parasite.

Umumnya, Basidiomycota berkembang biak secara seksual. Contoh: Volvariella volvacea (jamur merang).

Deuteromycota

Deuteromycota merupakan kelompok jamur yang berkembang biak secara aseksual. Hifanya bersekat, dan hidupnya menempel di sisa-sisa makanan.

Namun ada jenis tertentu dari deuteromycota yang sifatnya parasit. Contoh: Candida albicans (jamur yang menyebabkan penyakit infeksi pada vagina).


Share artikel ini

Recommended For You

Tulis Komentar