IDZUL ADHA: PUNCAK NILAI-NILAI TRANSENDENTAL SANG KHALILULLAH

Reading Time: 2 minutes

Idzul Adha: Puncak Nilai-Nilai Transendental Sang KhalilullahHari Raya Qurban memiliki histori yang luar biasa, kisah Sang Khalilullah ( Nabi Ibrahim AS. ) dan Puteranya Nabi Ismail AS. Yang berhasil membunuh ke-aku-annya demi cintanya kepada Allah SWT.

Meneladani para utusan Allah memanglah menarik, tak terkecuali kisah heroik Sang Khalilullah, meskipun Nabi Muhammad SAW. adalah Sang uswatun khasanah ( Suri tauladan yang baik ) namun kisah Nabi Ibrahim tidak kalah menarik.

Berikut ini adalah beberapa kisah Nabi Ibrahim AS yang perlu kita ketahui :

1. Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Siti Hajar dan Air Zam-Zam

Nabi Ibrahim yang lama sekali belum memiliki keturunan terus bersabar dan baru pada usia 86 tahun memiliki putera pertamanya bernama Ismail, singkat kisah Nabi Ibrahim mendapat perintah untuk mengungsikan puteranya tersebut bersama ibunya.

Di ungsikanlah sang putera bersama ibunya Siti Hajar disuatu tempat padang pasir, setelah beberapa waktu berlalu alhasil perbekalan yang dibawa Siti Hajar habis terutama adalah ketersediaan air, kisah keluarnya air yang kemudian disebut air zam-zam awalnya dimulai dari peristiwa tersebut.

Sebelum ditemukannya air zam-zam ada usaha yang gigih dari seorang ibu yaitu berlari-lari kecil antara bukit sofa dan marwa, dan itu dilakukan berulang-ulang sampai tujuh kali.

2. Menyembelih Ismail

Perintah lain yang disampaikan kepada Nabi Ibrahim AS. melalui mimpi yaitu Nabi Ibrahim bermimpi menyembelih puteranya Ismail, mimpi tersebut membuat hati Nabi Ibrahim gundah dan akhirnya diceritakan lah tentang mimpi itu kepada puteranya Ismail.

Mendengar cerita tersebut Nabi Ismail pun memintah  Ayahnya untuk melakukan hal tersebut jika memang itu adalah perintah Allah. Dan keesokan harinya Nabi Ibrahim mendapat penjelasan dari Malaikat Jibril bahwa mimpi tersebut merupakan perintah dari Allah SWT.

Sang Kholilullah dan Puteranya pun bersepakat untuk melaksanakan perintah tersebut, namun sebelum melaksanakan perintah tersebut terdapat kisah banyak setan yang berusaha untuk menggagalkannya.

Karena kegigihan Nabi Ibrahim dan keluarganya, Nabi Ibrahim, Ismail dan Siti Hajar melakukan pelemparan terhadap setan yang hendak menganggu dan menggagalkan usaha Nabi Ibrahim untuk melaksanakan perintah Allah SWT.

Singakat kisah Nabi Ibrahim pun melaksanakan perintah penyembelihan puteranya tersebut, namun ketika detik-detik akan menghunuskan pedang ke leher puteranya, datangnya utusan Allah dan memerintahkan untuk mengganti Nabi Ismail dengan hawan.

Keteguhan Nabi Ibrahim dalam membunuh sifat ke-aku-annya yaitu membuang rasa cintanya kepada puteranya serta memilih taat perintah Tuhan adalah tingkat kecintaan yang dahsyat kepada Allah SWT. Begitu pula kesediaan sang putera untuk disembelih berarti siap membuang rasa cintanya kepada ayahnya dami sebuah cinta kepada Allah SWT. adalah bukti cinta Tuhan yang luar biasa.

Berkurban dalam arti yang luas adalah membuang sifat-sifat kehewanan, sifat-sifat jelek demi sebuah ketaatan tanpa syarat kepada Tuhan. Dan puncak dari Nilai-Nilai Transendental dari kisah Nabi Ibrahim adalah pasrah diri hanya kepada Allah SWT.

Hari Raya Idzul Adha yang diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah pada kalender hijriah, dirayakan disaat banyak umat islam sedang menunaikan ibadah haji, dimana ibadah haji sendiri banyak sekali yang menceritakan kisah-kisah Nabi Ibrahim dan keluarganya.

Beberapa hal ketika melaksanakan ibadah haji yang masih berhubungan dari kisah Nabi Ibrahim dan keluarganya diantaranya adalah sa’i dari bukit shofa dan marwa, melempar jumrah, air zam-zam,  maqom ibrahim, dan ka’bah. Dapat disimpulkan keterkaitan antara hari raya Idzul Adha, ibadah haji  dan Kisah keluarga Nabi Ibrahim AS. sangatlah erat. (Mubin)

Recommended For You

Tulis Komentar