MENGENAL PERISTIWA CRYPTIC PREGNANCY (HAMIL SAMAR), CALON IBU WAJIB TAHU

Reading Time: 3 minutes

Mengenal Peristiwa Cryptic Pregnancy (Hamil Samar), Calon Ibu Wajib Tahu – Saat ini Cryptic Pregnancy sedang ramai menjadi bahan perbincangan yang mungkin banyak mengundang keanehan. Mengingat adanya kabar viral seorang ibu di Tasikmalaya mengaku melahirkan setelah hamil hanya satu jam.

Bahkan dikatakan, bayi laki-lakinya lahir saat ia sedang menstruasi. Peristiwa ini terjadi kemarin tanggal 19 juli 2020. Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Kesehatan Dinas Kesehatan Tasikmalaya, dr Reti Zia D, menyebut ada beberapa kemungkinan yang dialami wanita tersebut. “Ya, ini dalam kehamilan ada yang namanya crypticpregnancy. Ada juga kasus mola atau kehamilan anggur,” jelasnya.

Pengertian Cryptic Pregnancy

Cryptic pregnancy adalah suatu peristiwa kehamilan yang tidak mununjukan ciri-ciri kehamilan pada umumnya, sehingga menyebabkan seorang wanita tidak menyadari bahwa dirinya sedang hamil. Mereka biasanya baru menyadari beberapa waktu sebelum melahirkan.

Meski tidak umum, kondisi ini juga bukanlah suatu hal yang langka. Diperkirakan 1 dari 400 wanita tidak mengetahui dirinya hamil hingga usia kandungan 5 bulan atau lebih.

Tak hanya itu, 1 dari 2500 wanita bahkan tidak tahu ia hamil hingga akan melahirkan. Kadang-kadang, wanita dengan cryptic pregnancy juga tidak mengalami gejala-gejala kehamilan seperti mual dan perut membesar. Bayi yang lahir umumnya berat badannya kurang dan tidak mendapat layanan prenatal sebagaimana seharusnya.

Penyebab terjadinya Cryptic Pregnancy

1. Tanda-tanda kehamilan yang samar

Sebagian wanita mungkin memiliki gangguan siklus menstruasi, sehingga tidak curiga ketika dirinya terlambat datang bulan. Meski begitu, kehamilan umumnya juga ditandai dengan kenaikan berat badan dan morning sickness.

Hanya saja, pada sebagian wanita, gejala ini bisa begitu samar bahkan tidak muncul, sehingga kehamilan pun jadi tidak disadari. Tanda-tanda kehamilan samar bisa saja terjadi karena rendahnya kadar hormon kehamilan atau hormon HCG. Hal ini mungkin terjadi karena keunikan genetik hingga kelainan kromosom pada janin.

2. Kelebihan berat badan hingga obesitas

Kenaikan berat badan bisa menjadi tanda umum kehamilan. Namun, wanita yang kelebihan berat badan, menderita obesitas, atau kerap mengalami naik-turun berat badan mungkin saja tidak menyadari tanda kehamilan ini.

Selain itu, wanita juga mungkin tidak sadar perutnya membesar karena kehamilan. Tergantung jenis tubuhnya, beberapa wanita bisa tidak tampak hamil hingga usia kandungannya 30 minggu.

3. Stess berat

Ada sebuah teori menarik yang mengatakan bahwa kehamilan bisa saja tidak terdeteksi sebagai bentuk perlindungan diri janin, sehingga produksi hormon kehamilan sangat rendah. Hal ini umumnya terjadi pada ibu hamil yang sedang mengalami stres berat.

Janin seolah merasa dirinya lebih baik tidak diketahui keberadaannya, karena bila ibu hamil tahu ada janin di perutnya, tingkat stres bisa bertambah dan risiko keguguran semakin tinggi. Oleh karena itu, pada kondisi ini, cryptic pregnancy dikatakan sebagai adaptasi janin dalam keadaan darurat untuk mempertahankan hidupnya.

4. Ketidakinginan hamil

Menurut kajian ahli di tahun 2011, perempuan yang mengalami kejadian Cryptic Pregnancy berawal dari ketidaksadaran (delusi) bahwa dirinya hamil. A

da kaitannya dengan keadaan emosional dari perempuan tersebut akan ketidakinginan untuk melaksanakan kehamilan (menolak untuk hamil). Sehingga seringkali perempuan dengan kehamilan samar tidak mengalami gejala khas kehamilan, seperti mual, perubahan berat badan hingga pembesaran perut.

5. Lemak tubuh rendah

Lemak tubuh rendah atau aktivitas atletik dapat menyebabkan menstruasi menghilang selama berbulan-bulan. Wanita yang berpartisipasi dalam olahraga intensitas tinggi mungkin juga memiliki kadar hormon tertentu yang rendah, sehingga lebih sulit untuk mendeteksi kehamilan.

6. Perimenopause

Perimenopause adalah suatu kondisi di mana tubuh wanita menunjukkan gejala menopause, seperti kenaikan berat badan dan fluktuasi hormon. Ketika wanita gagal membedakan kehamilan karena gejala perimenopause, itu bisa menjadi cryptic pregnancy.

Cryptic pregnancy memerlukan perhatian khusus, karena umumnya wanita yang mengalami hal ini tidak sedang menjalani program maupun persiapan kehamilan, sehingga kemungkinan besar belum mendapat perawatan prenatal. Ibu yang mengalami cryptic pregnancy juga bisa saja tidak mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat, sehingga janin bisa mengalami beragam gangguan, seperti kekurangan asupan gizi.

Selain itu, beragam komplikasi kehamilan juga lebih mungkin terjadi pada kehamilan seperti ini, terutama bila sang ibu menderita anemia, diabetes, ataupun preeklamsia. Kurangnya pengawasan tersebut dapat membuat bayi lahir dengan beragam gangguan kesehatan, seperti premature, berat badan kurang, cacat lahir, bahkan keguguran. Kehamilan cryptic pregnancy bisa terjadi pada siapa saja dan dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan ibu maupun janin.

Oleh karena itu, perbanyaklah pengetahuan tentang kehamilan dan jangan ragu memeriksakan diri ke dokter bila merasa ada sesuatu yang berbeda dengan tubuh Anda. (Risa)

Recommended For You

Tulis Komentar