Pengertian, Tujuan dan Manfaat Bahan Ajar

Share artikel ini

Reading Time: 2 minutes

Bahan ajar merupakan seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang berisikan materi pembelajaran, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang didesain secara sistematis dan menarik. Bahan ajar dibuat untuk mencapai tujuan seperti yang diharapkan, yaitu mencapai kompetensi atau subkompetensi dengan segala kompleksitasnya.

Suatu bahan ajar haruslah dirancang dan ditulis dengan kaidah instruksional karena akan digunakan oleh guru untuk membantu dan menunjang proses pembelajaran.

Dalam istilah lain, bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.

Adapun masalah penting yang dihadapi oleh guru dalam kegiatan pembelajaran adalah memilih atau menentukan materi pembelajaran atau bahan ajar yang tepat dalam rangka membantu pesera didik mencapai kompetensi. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa dalam kurikulum atau silabus, materi bahan ajar hanya dituliskan secara garis besar dalam bentuk materi pokok.

Baca Juga:   Fisika (Momen Gaya): Pengertian Torsi, Statis atau Dinamis

Peran seorang guru dalam merancang ataupun menyusun bahan ajar sangatlah menentukan keberhasilan proses belajar dan pembelajaran melalui sebuah bahan ajar. Dengan adanya bahan ajar, guru akan lebih runtut dalam mengajarkan materi kepada peserta didik dan tercapai semua kompetensi yang telah ditentukan sebelumnya.

Tujuan, Manfaat, dan Fungsi Bahan Ajar

1. Tujuan Bahan Ajar

  • Menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik, yakni bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik dan setting atau lingkungan sosial peserta didik.
  • Membantu peserta didik dalam memperoleh alternatif bahan ajar di samping buku-buku teks yang terkadang sulit diperoleh.
  • Memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran.
Baca Juga:   Mengenal Logika Deduktif dan Logika Induktif

2. Manfaat Bahan Ajar

Ada sejumlah manfaat yang dapat diperoleh apabila seorang guru mengembangkan bahan ajar sendiri.

Pertama, diperoleh bahan ajar yang sesuai tuntutan kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik. Pengembangan bahan ajar harus sesuai dengan tuntutan kurikulum, artinya bahan ajar yang dikembangkan mengacu pada standar nasional pendidikan baik standar isi, standar proses dan standar kompetensi lulusan.

Kedua, tidak lagi tergantung kepada buku teks yang terkadang sulit untuk diperoleh. Karakteristik sasaran disesuaikan dengan lingkungan, kemampuan, minat, dan latar belakang peserta didik agar mudah diperoleh.

Ketiga, bahan ajar menjadi lebih kaya karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai referensi. Dengan tersedianya bahan ajar yang bervariasi dari berbagai referensi akan meningkatkan ketertarikan dalam belajar. Keempat, menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman guru dalam menulis bahan ajar. Pengembangan bahan ajar menjadi penunjang guru dalam merubah dari seorang pengajar menjadi seorang fasilitator.

Baca Juga:   Pengertian, Ciri-ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)

Kelima, bahan ajar akan mampu membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dengan peserta didik karena peserta didik akan merasa lebih percaya kepada gurunya.

Referensi

  • Depdiknas. 2008. Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMA, Dirjen Mandikdasmen.
  • Lestari, I. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kompetensi. Padang: Akademia Permata.

Share artikel ini

Recommended For You

Tulis Komentar