Sistem Gerak, Inilah Rangkuman yang Mudah Dipahami

Share artikel ini

Reading Time: 2 minutes

Sistem gerak pada manusia sebenarnya bisa dipelajari dengan mudah? Caranya bisa melalui kegiatan seperti praktikum, membaca buku, maupun merangkumnya. Namun, pernahkah kamu merasa kesulitan saat membaca rangkuman materi biologi? Usai membaca dan mempelajari berkali-kali akan tetapi tetap saja bingung.

Karena itulah, agar kamu tidak merasa bingung lagi saat mempelajarinya, maka kami buatkan rangkuman singkat dan mudah dipahami. Tidak hanya itu, rangkuman ini juga menggunakan bahasa ringan dengan intinya langsung poin per poin.

Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman sistm gerak pada munusia. Simak yuk!

Apa itu sistem gerak?

Rangkuman Biologi Bab Sistem Gerak
Rangkuman Biologi Bab Sistem Gerak

Sistem gerak adalah susunan kerangka tubuh yang berfungsi membuat gerakan sesuai dengan keinginannya. Lebih lanjut, pada sistem gerak manusia, gerakan ditentukan oleh manusia itu sendiri.

Baca Juga:   Tumbuhan Lumut: Struktur dan Siklus Hidup Bryophyta

Karena itulah saat mempelajari sistem gerak, kamu juga harus mengetahui sistem rangka tubuh pada manusia. Rangka tubuh sendiri bermacam-macam, berikut penjelasannya.

Berapa jumlah rangka tubuh dalam bab sistem gerak?

Pertama, jumlah rangka tubuh manusia, yang terdiri dari dua kelompok yaitu rangka aksial (rangka sumbu tubuh) dan rangka apendikuler (rangka pelengkap atau anggota gerak tubuh).

Adapun untuk Rangka aksial sendiri berjumlah 80 tulang, yang meliputi:

  • tulang tengkorak,
  • telinga dalam dan hioid,
  • terus ada tulang belakang,
  • tulang dada, dan
  • tulang rusuk (iga).

Sedangkan rangka apendikuler berjumlah 126 tulang, yang terdiri atas:

  • gelang bahu (pektoral),
  • anggota gerak atas (ekstremitas superior),
  • gelang panggul (pelvis), dan
  • anggota gerak bawah (ekstremitas inferior). 

Lapisan struktur tulang

Kedua membahas tentang struktur tulang, yang terdiri dari lapisan-lapisan dari arah luar ke arah dalam yaitu periosteum, tulang kompak, tulang spongiosa, endosteum, dan sumsum tulang.

Kemudian, untuk bentuk dan ukuran tulang penyusun rangka tubuh ada lima macam, yang terdiri dari:

  • tulang pipa (tulang panjang),
  • lalu ada tulang pendek,
  • tulang pipih,
  • lanjut ke tulang tidak beraturan (irreguler bones), dan
  • tulang sesamoid.

Rangkuman singkat pembentukan tulang sampai gangguan pada tulang

  • Proses pembentukan tulang atau osifikasi. Ada dua cara pembentukan tulangyaitu osifikasi intramembranosa dan osifikasi endokondral (intrakartilago).
  • Faktor pertumbuhan tulang: herediter (genetik), nutrisi, endokrin, dan persarafan.
  • Komponen penunjang persendianantaralain ligamen, kapsul sendi, cairan sinovial, tulang rawan hialin, dan bursa.
  • Persendian ada tiga kelompok menurut pergerakannya, sendi sinartrosis, amfiartrosis, dan diartrosis.
  • Otot rangka adalah otot yang melekat pada tulang. Otot rangka ini dapat bergerak secara aktif untuk menggerakkan tulang, atau yang artinya sebagai alat gerak aktif.
  • Apabila otot mendapat rangsanganmaka otot akan berkontraksi. Kontraksi otot ditandai dengan memendeknya otot, otot menjadi menegang dan menggembung di bagian tengah.
  • Berdasarkan sifat kerjanya, otot ada dua jenis, yaituotot antagonis dan otot sinergis. 
  • Gangguan sistem gerak dapat terjadi pada tulang, persendian, maupun otot.
Baca Juga:   Rangkuman Materi Struktur dan Fungsi Jaringan Hewan

Setelah kamu selesai merangkum semua materi yang ada di atas. Bisa kamu lanjutkan belajar biologi lagi tentang bab sistem gerak di link https://ngajigalileo.com/tulang-dan-otot-hubungan-antar-tulang-membentuk-suatu-persendian/


Share artikel ini

Recommended For You

Tulis Komentar