Sambaran Petir Disebut sebagai Asal Mula Kehidupan di Bumi

Share artikel ini

Reading Time: 2 minutes

Penelitian terbaru Nature Communications menunjukkan bahwa sambaran petir disebut sebagai asal mula kehidupan di bumi.

Lebih dari 4 miliar tahun yang lalu, mineral yang dikirim ke bumi telah lama digunakan sebagai bahan utama untuk perkembangan kehidupan. Hal ini dipercaya para ilmuwan bahwa sejumlah kecil mineral tersebut juga dibawa ke Bumi pada awal mula kehidupan melalui sambaran petir.

Para peneliti dari Universitas Leeds juga telah menetapkan bahwa sambaran petir sama pentingnya dengan meteorit dalam melakukan fungsi penting ini dan memungkinkan kehidupan terwujud.

Mereka mengatakan bahwa kehidupan dapat berkembang di planet mirip Bumi melalui mekanisme yang sama kapan saja jika kondisi atmosfer tepat. Ujar Benjamin Hess, salah satu peneliti dari Universitas Leeds.

Mr Hess dan mentornya mempelajari sampel fulgurite yang sangat besar dan murni (batu yang dibuat saat petir menyambar tanah). Sampel terbentuk ketika petir menyambar sebuah properti di Glen Ellyn, Illinois, AS, pada tahun 2016, dan disumbangkan ke departemen geologi di Universitas Wheaton di dekatnya.

Baca Juga:   Eksperimen Menyenangkan: Cara Membuat Permen Kayu Gula yang Manis dan Lucu

Para peneliti Leeds awalnya tertarik pada bagaimana fulgurite terbentuk dan menemukan dalam sampel Glen Ellyn sejumlah besar mineral fosfor yang sangat tidak biasa yang disebut schreibersite.

Fosfor sendiri merupakan unsur penting kehidupan dan memainkan peran kunci dalam semua proses kehidupan mulai dari pergerakan hingga pertumbuhan dan reproduksi.

Fosfor yang terdapat di permukaan bumi, terkandung mineral yang tidak bisa larut dalam air, tetapi schreibersite bisa.

Mereka, para peneliti, memperkirakan bahwa mineral fosfor yang dibuat oleh sambaran petir melampaui mineral dari meteorit ketika bumi berusia sekitar 3,5 miliar tahun, di mana hal ini merupakan usia fosil mikro paling awal yang diketahui, membuat sambaran petir menjadi signifikan dalam munculnya kehidupan di planet ini.

Baca Juga:   Benarkah Bekicot Dapat Menyembuhkan Luka?

Selain itu, sambaran petir jauh lebih tidak merusak daripada hantaman meteor, yang berarti sambaran petir jauh lebih kecil kemungkinannya untuk mengganggu jalur evolusi yang rumit di mana kehidupan dapat berkembang.

Dr Harvey, Profesor Geologi Struktural dan Tektonik berkata: “Pemboman awal adalah peristiwa sekali dalam tata surya. Saat planet mencapai massanya, pengiriman lebih banyak fosfor dari meteor menjadi dapat diabaikan. Petir, di sisi lain, bukanlah peristiwa yang hanya terjadi satu kali. Jika kondisi atmosfer mendukung untuk menghasilkan petir, unsur-unsur penting untuk pembentukan kehidupan dapat dikirim ke permukaan planet. Ini bisa berarti bahwa kehidupan bisa muncul di planet mirip Bumi kapan saja.”

Baca Juga:   Studi Nyanyian Ikan Paus yang Berguna untuk Penelitian

Hal senada juga disampaikan Profesor Piazolo : “Penelitian menarik kami membuka pintu ke beberapa jalan penyelidikan masa depan, termasuk pencarian dan analisis mendalam dari fulgurite segar di lingkungan mirip Bumi Awal; analisis mendalam tentang efek pemanasan flash pada mineral lain untuk mengenali fitur-fitur seperti itu dalam catatan batuan, dan analisis lebih lanjut dari fulgurite yang sangat terawat baik ini untuk mengidentifikasi kisaran proses fisik dan kimia di dalamnya”.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa, “Semua studi ini akan membantu meningkatkan pemahaman kita tentang pentingnya fulgurite dalam mengubah lingkungan kimiawi Bumi dari waktu ke waktu.”

Sumber bacaan https://www.sciencedaily.com/releases/2021/03/210316132121.htm


Share artikel ini

Recommended For You

Tulis Komentar