Tumbuhan Lumut: Struktur dan Siklus Hidup Bryophyta

Share artikel ini

Reading Time: 2 minutes

Bryophyta atau tumbuhan lumut merupakan divisi tumbuhan darat yang jelas batasannya dan tidak memiliki hubungan kekerabatan erat dengan tumbuhan lain dari dunia tumbuhan.

Tumbuhan ini hidup subur pada lingkungan yang lembab dan banyak sekali dijumpai, khususnya di hutan-hutan tropik dan di tanah hutan daerah iklim sedang yang lembab.

Struktur Tumbuhan Lumut

Sebagian besar bryophyta berukuran kecil, yang terkecil hampir tidak tampak dengan bantuan lensa, sedangkan yang terbesar tidak pernah lebih dari 50 cm tingginya atau panjangnya.

Bentuk tubuhnya pipih sepereti pita dan ada pula seperti batang dengan daun-daun kecil. Tumbuh tegak atau mendatar pada substratnya dengan perantaraan rhizoid.

Baca Juga:   Soal-soal SDLB Lengkap: Bahasa Indonesia Kelas 2-C

Lumut memiliki dua macam alat reproduksi, yaitu anteridium yang menghasilkan spermatozoid dan arkegonium yang menghasilkan ovum. Tangkai anteridium disebut anteridiofor, sedangkan tangkai arkegonium disebut arkegoniofor.

Struktur tubuh tumbuhan lumut

a. Batang apabila dilihat melintang akan tampak susunan sebagai berikut :

1) Selapis sel kulit, beberapa sel di antaranya membentuk rizoid epidermis.

2) Lapisan kulit dalam (korteks), silinder pusat yang terdiri sel-sel parenkimatik yang memanjang untuk mengangkut air dan garam, belum terdapat floem dan xilem.

3) Silinder pusat yang terdiri dari sel-sel parenkim yang memanjang dan berfungsi sebagai jaringan pengangkut.

b. Daun tersusun atas satu lapis sel. Sel-sel daunnya kecil, sempit, panjang, dan mengandung kloroplas yang tersusun seperti jala. Lumut hanya dapat tumbuh memanjang tetapi tidak membesar, karena tidak ada sel berdinding sekunder yang berfungsi sebagai jaringan penyokong.

Baca Juga:   Pengertian, Ciri-ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)

c. Rizoid terdiri dari selapis sel kadang dengan sekat yang tidak sempurna, membentuk seperti benang sebagai akar untuk melekat pada tempat tumbuhnya dan menyerap garam-garam mineral.

d. Sporofit terdiri atas bagian-bagian :

1) Vaginula : kaki yang dilindungi oleh sisa arkegonium.
2) Seta : tangkai.
3) Apofisis : ujung seta yang membesar yang merupakan peralihan dari tangkai dan sporangium.
4) Sporangium: kotak spora.
5) Kaliptra : tudung yang berasal dari arkegonium sebelah atas

e. Gametofit terdiri atas :
1) Anteridium (sel kelamin jantan) yang menghasilkan sperma.
2) Arkegonium (sel kelamin betina) yang menghasilkan sel telur

Siklus Hidup Lumut

Lumut mengalami siklus hidup diplobiontik dengan pergantian generasi heteromorfik.

Baca Juga:   Fisika (Momen Gaya): Pengertian Torsi, Statis atau Dinamis

Kelompok tumbuhan ini menunjukkan pergiliran generasi gametofit dan sporofit yang secara morfologi berbeda.

Generasi yang dominan adalah gametofit, sementara sporofitnya secara permanen melekat dan tergantung pada gametofit.


Share artikel ini

Recommended For You

Tulis Komentar