CARA MENGATASI CEGUKAN, HAL SEPELE YANG SERING DIABAIKAN

Reading Time: 2 minutes

Cara Mengatasi Cegukan, Hal Sepele yang Sering Diabaikan – Cegukan merupakan sebuah keadaan yang sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Semua orang termasuk bayi dan anak-anak tentunya pernah mengalami cegukan, dan keadaan ini merupakan sebuah hal yang normal.

Cegukan sendiri merupakan kondisi ketika seseorang mengeluarkan bunyi “hik” tanpa disengaja yang juga menimbulkan tekanan di bagian dada, perut, serta tenggorokan.

Pada umumnya cegukan terjadi ketika kita usai makan dan dapat terjadi selama beberapa detik atau menit, dan selanjutnya cegukan bisa menghilang atau berhenti dengan sendirinya.

Namun dalam keadaan yang tidak normal, cegukan bisa berlangsung bahkan hingga lebih dari 48 jam atau lebih dari 2 hari yang tentunnya membuat Anda tidak nyaman dan sebaiknya segera konsultasikan pada dokter.

Cegukan terjadi ketika otot yang memisahkan perut dan dada (diafragma) berkontraksi tanpa disengaja. Diafragma memiliki peranan penting dalam sistem pernapasan manusia. Hal ini dikarenakan tubuh bergantung pada kontraksi dan pergerakan diafragma agar proses pernapasan berlangsung normal.

Cegukan juga cukup sering terjadi pada bayi. Beberapa studi menunjukkan bahwa cegukan pada bayi mungkin merupakan hal yang normal dan bagian dari proses tumbuh kembangnya.

Saat menarik napas, otot diafragma akan turun (kontraksi) dan akan naik kembali (relaksasi) saat kita menghembuskan napas.

Dalam cegukan, otot diafragma akan berkontraksi secara tiba-tiba, dan menyebabkan udara terlalu cepat masuk ke dalam paru-paru, sehingga katup saluran pernapasan menutup dan menimbulkan suara ‘hik’. Kontraksi dari otot diafragma yang tiba-tiba ini dapat dipicu oleh berbagai hal, baik yang berlangsung hanya sementara atau berkepanjangan.

Cegukan yang bersifat sementara dapat dipicu oleh beberapa kondisi, seperti makan makanan pedas, minuman berkarbonasi dan beralkohol, mengunyah atau mengisap permen, merokok, serta makan terlalu banyak atau terlalu cepat.

Selain itu, perubahan suhu secara tiba-tiba, sedang merasa gugup, terlalu bersemangat, atau stres juga dapat memicu cegukan yang bersifat sementara. Cegukan yang berlangsung beberapa saat juga dapat disebabkan oleh gangguan sistem saraf pusat seperti ensefalitis atau meningitis, atau gangguan metabolisme seperti diabetes atau gagal ginjal.

Ada juga kasus cegukan yang dapat bertahan lama, namun kasus ini biasanya jarang terjadi. Untuk cegukan berkepanjangan yang berlangsung selama lebih dari 2 hari dapat dipicu oleh :

  • Gangguan sistem pencernaan, seperti gastritis, tukak lambung, pankreatitis, kanker pankreas, kanker lambung, penyakit radang usus, penyumbatan usus, atau radang hati.
  • Gangguan saraf, misalnya akibat peradangan saluran napas, dan tumbuh tumor atau kista di leher.
  • Gangguan pada otak, seperti stroke perdarahan, radang dan infeksi otak, tumor otak, multiplesclerosis, dan hidrosefalus.
  • Gangguan di rongga dada, misalnya pneumonia, bronkitis, tuberkulosis, asma, cedera pada dada, dan emboli paru.
  • Gangguan jantung, contohnya serangan jantung dan peradangan selaput jantung.
  • Gangguan mental, misalnya anoreksia dan skizofrenia.

Selain kondisi medis di atas, cegukan berkepanjangan juga dapat terjadi akibat efek samping penggunaan obat-obatan, di antaranya :

  • Obat bius
  • Obat penenang, seperti diazepam
  • Obat kemoterapi, seperti carboplatin
  • Methyldopa
  • Dexamethasone

Cara Mengatasi Cegukan

Cegukan yang berlangsung sementara dapat hilang dengan sendirinya tanpa penanganan secara khusus. Namun terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan agar cegukan bisamereda lebih cepat dengan melakukan hal berikut ini :

  1. Beberapa ahli menyebut menahan napas dan menelan tiga kali atau menarik napas dalam-dalam mungkin bisa membantu menghentikan cegukan. Kedua teknik itu bisa membuat karbon dioksida menumpuk di paru-paru Anda, yang mungkin membuat rileks diafragma.
  2. Cara menghentikan cegukan lainnya yaitu dengan meminum segelas air. Bisa juga dengan mencampur dengan satu sendok teh gula.
  3. Mengonsumsi air hangat dan madu.
  4. Berkumur.
  5. Bernapas menggunakan kantong kertas.
  6. Mengonsumsi jahe segar.
  7. Mengisap potongan lemon.

Jika semua cara diatas gagal, dan cegukan Anda tetap berlanjut selama beberapa hari, atau disertai dampak seperti sakit perut, demam, dan nafas pendek, serta muntah, maka disarankan Anda lebih baik segera periksa ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

Cukup sekian pembahasan mengenai cegukan, penyebab serta cara mengatasinya, semoga bermanfaat. (Risa)

Recommended For You

Tulis Komentar