
Reading Time: < 1 minute
Banjir kerap dipahami sebagai takdir alam: hujan deras, sungai meluap, lalu bencana terjadi. Namun benarkah sesederhana itu? Akhir 2025, rangkaian banjir di berbagai wilayah Indonesia—khususnya Sumatera—membuka pertanyaan yang lebih dalam: apakah banjir benar-benar terbentuk secara alamiah, atau justru dibentuk oleh kebijakan dan kelola yang nir-ekologis?
Deforestasi, pertambangan, pembangunan tanpa kajian lingkungan, hingga kebijakan publik yang timpang memperlihatkan bahwa bencana tidak berdiri di ruang hampa. Ia lahir dari relasi kuasa, kepentingan ekonomi jangka pendek, serta lemahnya political will dalam menjaga keberlanjutan ekosistem. Media sosial pun turut membingkai peristiwa ini—membentuk opini, emosi, dan kesadaran publik dengan caranya sendiri.
Melalui Ngaji Galileo ini kita akan mengurai banjir tidak hanya sebagai peristiwa alam, tetapi sebagai persoalan ekologis, sosial, dan politis.
Kami mengundang ibu, bapak, sahabat, dan semuanya.
Link Pendaftaran:
https://forms.gle/8izYGdRd9RhJwqPk7
Dibuka untuk umum.