PMII Galileo: Menapak Jejak, Menyemai Mimpi

Share artikel ini

Reading Time: 3 minutes

Oleh Hadi Prayitno – Kader PMII Rayon Galileo (2000)

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Pencerahan Galileo lahir dari tekad, keyakinan, dan keberanian yang digenggam sebelas orang pendirinya, mahasiswa berbagai tingkatan pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malang pada 10 Juni 2010. Seluruh pendiri adalah pelaksana tugas sejarah, pengurus pertama, sekaligus penyandang dana. Tidak ada tokoh utama, semua berperan sebagai penanam fondasi, pemancang tiang, dan arsitek pengembangan organisasi yang egaliter: duduk sama rendah, berdiri sama tinggi.

Rayon Pencerahan Galileo (RPG) bertransformasi menjadi rumah tinggal, tempat belajar, ruang mengabdi, serta sarana mengembangkan diri, baik kapabilitas akademik maupun kemampuan berfikir kritis dan bekerja taktis-sistematis. Pengurus merancang dan menyelenggarakan kaderisasi sebagai bagian dari proses rekrutmen kader dan seleksi calon penerus estafet kepengurusan secara reguler. Para penerus mengepakkan sayap lebih lebar, terbang lebih tinggi, dan menjejakkan kaki pengabdian pada struktur lebih luas.

Ingatan saya mencatat sebagian kecil memori di masa-masa awal RPG berdiri. Patungan sewa kantor, mengelola ta’aruf akbar di pemandian wisata, membentangkan bendera untuk merekrut mahasiswa baru, menyelenggarakan masa penerimaan anggota baru (Mapaba) pertama di Kelurahan Buring, menggalang dana peduli rayon, memenuhi ruang kantor dengan aneka catatan program kerja, dan memberikan bimbingan belajar mata kuliah paling sulit bagi kader dan pengurus setiap pekan.

Baca Juga:   Membuat Alat Tes Massal untuk Virus Corona yang Lebih Baik dari PCR, Bisakah?

RPG tumbuh dan berkembang dengan aneka ujian dan tantangan, dipimpin dan diurus oleh generasi yang datang dan pergi silih berganti. Saya menduga lebih dari seribu kader pernah singgah dan berproses di RPG selama dua setengah dekade organisasi tersebut berdiri. Saya kerap menerima informasi ihwal kesulitan yang dihadapi, tetapi tidak jarang juga mendapat berita gembira. Itulah pasang surut yang harus dilewati.

Kepedulian yang Terlembaga

Saya menempatkan Galileo sebagai bagian penting dalam perjalanan hidup dan pembentukan jati diri. Ada cerita yang pernah dilalui, ada jejak yang pernah ditapaki, dan ada kenangan yang terpatri abadi. Di sana saya mendapatkan pembimbing, sahabat, dan keluarga. Di balik semua cerita, saya teramat sangat mensyukuri satu fakta: silaturrahim generasi pertama hingga anggota dan pengurus termuda masih terjalin hingga kini. Ikatan batin yang jauh lebih erat dibandingkan dengan ikatan dengan tingkatan lebih tinggi di internal PMII, maupun organisasi lain di lingkungan NU yang pernah saya ikuti.

Rasa kekeluargaan yang tertanam menyalakan semangat untuk tetap relevan dengan seluruh kader lintas generasi. Silaturrahim yang terjalin menjelma menjadi kelompok alumni untuk melembagakan kepedulian dan kontribusi. Para alumni terus berusaha menyalakan aneka inisiasi: mempelopori penerbitan buku “PMII dalam Bingkai Eksakta”, buku “Dualisme Kader Eksakta”, dan satu calon buku baru; mengembangkan platform digital Ngaji Galielo untuk menampung buah pemikiran alumni dan kader; menggalang donasi rutin untuk menopang kebutuhan kaderisasi PMII Galileo.

Baca Juga:   Remaja Rentan Mengidap Maag, Apakah Penyebabnya?

Program diskusi rutin Ngaji Galileo telah terselenggara selama 12 putaran, dilaksanakan setiap tanggal 10 secara virtual dengan menghadirkan berbagai kalangan, khususnya alumni dan kader, termasuk tokoh lain yang dianggap relevan dengan isu yang diulas. Keluarga besar Galileo terus menjaga rumah mereka sebagai organisasi kader bukan organisasi massa, terus berusaha menyalakan cahaya daripada mengutuk kegelapan, dan tidak berhenti bergerak sebagai penanda masih ada denyut kehidupan.

Membentang Harapan

Saya menduga, karena tidak memegang data, Galileo telah melahirkan ribuan kader selama lebih dari dua setengah dekade lamanya. Mereka tersebar dari ujung barat hingga timur nusantara dengan kiprah yang beragam: pembelajar di sekolah, kampus, dan pesantren; abdi negara dan daerah; aktivis gerakan sosial; jurnalis; penulis; pengusaha aneka bisnis; pekerja mandiri sektor teknologi informasi; pendamping dan pemberdaya masyarakat; politisi; pedagang; petani; nelayan; tokoh agama atau juru dakwah; dan lain sebagainya.

Galileo dengan berbagai keterbatasan dan cerita nestapa di dalamnya, telah melahirkan kader-kader tangguh yang selalu fokus pada kontribusi terhadap keberlanjutan perjuangan generasi penerusnya, lingkungan sekitarnya, dan kemajuan bangsanya.

Baca Juga:   INI BUNDA, KENALI PERUBAHAN-PERUBAHAN TUBUH PADA MASA KEHAMILAN

Cerita perjuangan, himpitan kesulitan, dan anugerah kesuksesan yang gemilang para alumni terakumulasi sebagai pelajaran bersama. Mereka yang telah mencapai gilang gemilang kesuksesan maupun mereka yang masih bertempur mencari titik terang tidak saling meninggalkan, karena disatukan oleh ikatan batin dan mimpi bersama: melahirkan generasi ulul albab yang berpengaruh dan selalu relevan di segala zaman.

Indonesia telah memasuki era bonus demografi sejak 2012 hingga 2036. Para periode tersebut populasi penduduk usia produktif (usia 15-64 tahun) menjadi mayoritas dibandingkan penduduk usia tidak produktif (usia 0-14 tahun ditambah usia 65 tahun ke atas). Pemerintah memprediksi puncak era bonus demografi Indonesia seharusnya terjadi pada periode 2020-2030 dengan rasio 68 persen hingga 69 persen. Data tersebut menyematkan pesan: era puncak akan segera selesai, kesempatan tinggal sebentar untuk mengoptimalkan potensi, dan bangsa Indonesia akan segera memasuki era beban hidup berat ketika sepuluh tahun lagi akan dihuni mayoritas generasi tua (aging populations).

Indonesia juga menanam harapan untuk tumbuh lebih cepat sebagai negara maju yang ditopang sumber daya manusia unggul pada 2045, atau lebih dikenal sebagai Visi Indonesia Emas. Pada titik ini Galileo tergugah untuk turut serta melahirkan SDM yang kompeten, kapabel, dan tangguh. Lalu, apa saja yang harus dipersiapkan? Mari kita diskusikan!


Share artikel ini

Recommended For You

Tulis Komentar